Langsung ke konten utama

Postingan

Bayi Ajaib

Mungkin kelak, saat aku kembali menemukan dan membaca ini, aku juga akan kembali lagi menjadi bayi ajaib berusia 3 tahun 6 bulan 15 hari, yang hanya bisa menangis, berteriak dan semakin menjadi ketika harus mendengarkan semua itu ! Riuh di telinga yang menurutku sama sekali tidak perlu sampai sebegitu. Tetapi.. kenapa hatiku ikut bergemuruh, ingin meledak seperti hati Ibuku saat itu ? Aku pun tiba-tiba jadi enggan, meski tadinya aku menginginkan. Aku juga takut akan semakin enggan, meski tadinya aku merindukan kehadiran - hanya karena terlalu sering diabaikan.  Aku tetap menangis sesenggukan, sewajarnya bayi mendengar teriakan & bentakan kala itu. Tetapi Ibuku tetap paling bisa membuat tenang, padahal aku tahu hatinya pasti yang paling berantakan. Aku bayi ajaib, kalian tak perlu khawatir, dalam situasi apapun, aku tanpa rasa getir !
Postingan terbaru

Ibu Flamingo

Semakin anak flamingo beranjak dewasa, Ibu flamingo pikir akan segera berpisah dengan flamingo era-nya, nyatanya malah kaki  Ibu flamingo dibuat patah dan harus tetap hidup dengan warna bulu memudarnya ! Bagaimana bisa kisah itu ? Apa karena kaki Ibu flamingo yang selalu dipandang rapuh, tipis dan kecil itu ? Apa mungkin lupa... Ibu flamingo bisa berdiri tegak hanya dengan satu kakinya ?

Penuh Sesak.

Hatiku penuh sekali hari ini ! Penuh sesak. Lelah. Teramat. Sepertinya memang sudah banyak sekali yang dipendam hatiku ini. Selalu saja dibiarkan. Menumpuk kemudian. Aku takut tiba-tiba saja hati itu meledak. Meledak karena penuh sesak.

Kabar-Kabar Lagi Nanti !

Apa kabar berkali-kali kau bilang "goblok" separuh bagianku ini ? Tapi aku ganti baru sekali saja, kau bilang sakitnya setengah mati ! 🤣 Lalu pernah tidak kau tanyakan bagaimana kabar ku begini ? Biar tidak hanya melalu kamu yang tidak boleh tersakiti. Oke, aku nanti kabar-kabar berikutnya.. Pokoknya kamu harus bahagia ! Kamu harus menang seenaknya. Ya !

Mulanya...

Mulanya... Aku bisa. Ingin membiasakan diri ini juga. Tapi ternyata , lama-lama aku larut, malah carut-marut dan muak dibuatnya !!! ..... Silahkan... Aku tidak akan membatasi mengambil ruang yang lebih lama berjalan hampir selalu bersamaan.

Menjadi Lumpuh...

Dulu tegap berdiri, apa-apa bisa sendiri ! Sekarang.. bahkan hanya untuk berdiri tanpa bergerak saja dia tak mampu lagi. Sungguh aku mengasihaninya... Kakinya patah sebab dia menginjak pijakan yang salah ! Pijakan yang lama-lama membuat kakinya alih-alih semakin kokoh sempurna malah menjadi sama sekali tidak berguna. Sungguh lagi-lagi aku jadi mengasihaninya... Kau jangan sekali-sekali ingin menjadi seperti dia jika kelak kau tidak ingin kehilangan kekuatan kakimu dan menjadi lumpuh juga !

Lelucon Badut !

Ha Ha Ha Lelucon apalagi yang harus aku ikuti ? Tahu seperti ini, aku akan memilih hidup seriusku sendiri hingga tak perlu menelan lelucon ini itu lagi. Benar-benar seperti badut yang selalu bisa kau tertawakan di sana-sini.