Langsung ke konten utama

Postingan

Ibu Flamingo

Semakin anak flamingo beranjak dewasa, Ibu flamingo pikir akan segera berpisah dengan flamingo era-nya, nyatanya malah kaki  Ibu flamingo dibuat patah dan harus tetap hidup dengan warna bulu memudarnya ! Bagaimana bisa kisah itu ? Apa karena kaki Ibu flamingo yang selalu dipandang rapuh, tipis dan kecil itu ? Apa mungkin lupa... Ibu flamingo bisa berdiri tegak hanya dengan satu kakinya ?
Postingan terbaru

Penuh Sesak.

Hatiku penuh sekali hari ini ! Penuh sesak. Lelah. Teramat. Sepertinya memang sudah banyak sekali yang dipendam hatiku ini. Selalu saja dibiarkan. Menumpuk kemudian. Aku takut tiba-tiba saja hati itu meledak. Meledak karena penuh sesak.

Kabar-Kabar Lagi Nanti !

Apa kabar berkali-kali kau bilang "goblok" separuh bagianku ini ? Tapi aku ganti baru sekali saja, kau bilang sakitnya setengah mati ! 🤣 Lalu pernah tidak kau tanyakan bagaimana kabar ku begini ? Biar tidak hanya melalu kamu yang tidak boleh tersakiti. Oke, aku nanti kabar-kabar berikutnya.. Pokoknya kamu harus bahagia ! Kamu harus menang seenaknya. Ya !

Mulanya...

Mulanya... Aku bisa. Ingin membiasakan diri ini juga. Tapi ternyata , lama-lama aku larut, malah carut-marut dan muak dibuatnya !!! ..... Silahkan... Aku tidak akan membatasi mengambil ruang yang lebih lama berjalan hampir selalu bersamaan.

Menjadi Lumpuh...

Dulu tegap berdiri, apa-apa bisa sendiri ! Sekarang.. bahkan hanya untuk berdiri tanpa bergerak saja dia tak mampu lagi. Sungguh aku mengasihaninya... Kakinya patah sebab dia menginjak pijakan yang salah ! Pijakan yang lama-lama membuat kakinya alih-alih semakin kokoh sempurna malah menjadi sama sekali tidak berguna. Sungguh lagi-lagi aku jadi mengasihaninya... Kau jangan sekali-sekali ingin menjadi seperti dia jika kelak kau tidak ingin kehilangan kekuatan kakimu dan menjadi lumpuh juga !

Lelucon Badut !

Ha Ha Ha Lelucon apalagi yang harus aku ikuti ? Tahu seperti ini, aku akan memilih hidup seriusku sendiri hingga tak perlu menelan lelucon ini itu lagi. Benar-benar seperti badut yang selalu bisa kau tertawakan di sana-sini.

Garis-Garis Milik Sang Busur

Garis-garis yang terbuat begitu persis semua lekukannya. Tepat ! Itu memang garis-garis milik sang busur. Tapi entah kenapa garisku di dalam sini semakin membujur kaku. Padahal tak biasanya garisku begitu.  Apa aku menyesal mengikuti garis yang se-demikian ? Tidak juga. Emm.. atau bisa saja. Semua tergantung harus memilih garis milik siapa. Jangan... jangan siapa, tapi mari kita buat semua tergantung harus memilih garis yang bagaimana saja.