Mungkin kelak, saat aku kembali menemukan dan membaca ini, aku juga akan kembali lagi menjadi bayi ajaib berusia 3 tahun 6 bulan 15 hari, yang hanya bisa menangis, berteriak dan semakin menjadi ketika harus mendengarkan semua itu ! Riuh di telinga yang menurutku sama sekali tidak perlu sampai sebegitu. Tetapi.. kenapa hatiku ikut bergemuruh, ingin meledak seperti hati Ibuku saat itu ? Aku pun tiba-tiba jadi enggan, meski tadinya aku menginginkan. Aku juga takut akan semakin enggan, meski tadinya aku merindukan kehadiran - hanya karena terlalu sering diabaikan. Aku tetap menangis sesenggukan, sewajarnya bayi mendengar teriakan & bentakan kala itu. Tetapi Ibuku tetap paling bisa membuat tenang, padahal aku tahu hatinya pasti yang paling berantakan. Aku bayi ajaib, kalian tak perlu khawatir, dalam situasi apapun, aku tanpa rasa getir !
Semakin anak flamingo beranjak dewasa, Ibu flamingo pikir akan segera berpisah dengan flamingo era-nya, nyatanya malah kaki Ibu flamingo dibuat patah dan harus tetap hidup dengan warna bulu memudarnya ! Bagaimana bisa kisah itu ? Apa karena kaki Ibu flamingo yang selalu dipandang rapuh, tipis dan kecil itu ? Apa mungkin lupa... Ibu flamingo bisa berdiri tegak hanya dengan satu kakinya ?