Langsung ke konten utama

Apapun Yang Sepenuhnya Aku Hargai, Aku Tak Mau Kehilangan.



"aku tak mau kehilangan apapun yang sepenuhnya aku hargai."

kita semua pernah merasa menjadi korban kehilangan, ditinggalkan, dan situasi yang berubah begitu cepat sehingga kita merasa ditinggalkan. namun, apapun yang sepenuhnya kita hargai, apapun yang sepenuhnya merupakan komitmen kita, adalah milik kita. satu-satunya cara kita bisa menderita karena kehilangan adalah karena kita berhenti menghargai orang ini atau benda ini. dimanapun kita merasa kehilangan adalah tempat dimana kita terikat, yaitu menilai sesuatu diluar diri kita demi mengompensasi perasaan tidak bernilai. keterikatan bukan hal yang sejati. sejauh mana kita terikat adalah sejauh mana kita keluar dari pusat kita. hal ini menciptakan delusi, pengorbanan, dan bahkan perusakan diri sendiri. keterikatan kita menjadi tempat kebahagiaan kita sehingga kita harus mengendalikannya agar sumber kebahagiaan kita tetap aman. kebahagian yang datang dari luar takkan pernah bisa sepenuhnya menopang kita. menghargai orang lain dan diri kita sendiri jauh lebih mudah. 


ChuckSpezzano K.S.B.C




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kabar-Kabar Lagi Nanti !

Apa kabar berkali-kali kau bilang "goblok" separuh bagianku ini ? Tapi aku ganti baru sekali saja, kau bilang sakitnya setengah mati ! 🤣 Lalu pernah tidak kau tanyakan bagaimana kabar ku begini ? Biar tidak hanya melalu kamu yang tidak boleh tersakiti. Oke, aku nanti kabar-kabar berikutnya.. Pokoknya kamu harus bahagia ! Kamu harus menang seenaknya. Ya !

Penuh Sesak.

Hatiku penuh sekali hari ini ! Penuh sesak. Lelah. Teramat. Sepertinya memang sudah banyak sekali yang dipendam hatiku ini. Selalu saja dibiarkan. Menumpuk kemudian. Aku takut tiba-tiba saja hati itu meledak. Meledak karena penuh sesak.

Aku Menyayangkan, Sayangnya...

sayangnya, aku bukan tipikal wanita yang berjuang lebih keras dari umumnya hanya untuk laki-laki sepertimu. sayangnya, aku lebih memilih tidak lagi peduli daripada harus memaafkanmu berulang untuk kesalahan yang selalu sama.  sayangnya, aku lebih membutuhkan laki-laki yang penuh pengertian lebih ketimbang laki-laki yang penuh tuntutan. sayangnya, aku lebih menghargai laki-laki yang mau diajak susah ketimbang laki-laki yang maunya enak saja. sayangnya, aku bukan wanita yang membiarkan laki-lakiku mengencani wanita lain. sayangnya, aku wanita yang tidak bisa tinggal diam ketika aku dikecewakan, bahkan aku bisa membalasnya jauh lebih menyakitkan. sayangnya, aku wanita yang lebih memilih untuk mengakhiri daripada menjalani hanya dengan kesakitan. sayangnya, aku wanita yang susah memberi kalau kepercayaan sudah disia-siakan. sayangnya, aku lebih mendengarkan kata hatiku untuk meninggalkan, daripada kata-kata tanpa usahamu agar aku tetap tinggal. sayangnya, aku adalah aku, aku bukan aku yang...