Langsung ke konten utama

Iya, Ada Hati Yang Dibuat Miring Pemikiran.

segalanya datang dan pergi dalam perubahan tak bermakna. dia tak pernah diwujudkan maupun dimatikan. bukan indah sebagian maupun jelek sebagian. tidak pula keindahan ini akan tampil dalam imajinasi seperti kecantikan atau ketampanan wajah. dia memperlihatkan bahwa bahasa tidak mampu membahas tentang yang berada diluar jangkauan konsep dan akal.


entahlah, ini mitos atau konsepsi imajiner lain tentangnya.

ada hati yang dibuat miring pemikiran. ada penggerak yang tidak digerakkan yang mengakibatkan semua bergerak - karena - pastilah setiap pergerakan mempunyai sebab yang dapat dilacak. datang kepada pikiran orang yang mengenalnya melampaui pikiran. dikenal dalam puncak keterjagaan yang membukakan pikiran. realitas yang aktif didalam akal manusia yang menerenungkannya. 

entahlah, nalar tak bisa disangkal atau mari kita lampaui saja dengan gamblang.

dia mengikat kita kembali pada lingkaran tak berujung dalam rangkaian yang tak sedikit sarat derita. namun jika mampu mengubah, kita akan mengubah - berubah. tentang sesuatu yang sepenuhnya ini bahkan tidak dapat dikatakan 'seharusnya ada', karena dia tidak memiliki tempat didalam skema realitas kita yang normal.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kabar-Kabar Lagi Nanti !

Apa kabar berkali-kali kau bilang "goblok" separuh bagianku ini ? Tapi aku ganti baru sekali saja, kau bilang sakitnya setengah mati ! 🤣 Lalu pernah tidak kau tanyakan bagaimana kabar ku begini ? Biar tidak hanya melalu kamu yang tidak boleh tersakiti. Oke, aku nanti kabar-kabar berikutnya.. Pokoknya kamu harus bahagia ! Kamu harus menang seenaknya. Ya !

Penuh Sesak.

Hatiku penuh sekali hari ini ! Penuh sesak. Lelah. Teramat. Sepertinya memang sudah banyak sekali yang dipendam hatiku ini. Selalu saja dibiarkan. Menumpuk kemudian. Aku takut tiba-tiba saja hati itu meledak. Meledak karena penuh sesak.

Garis-Garis Milik Sang Busur

Garis-garis yang terbuat begitu persis semua lekukannya. Tepat ! Itu memang garis-garis milik sang busur. Tapi entah kenapa garisku di dalam sini semakin membujur kaku. Padahal tak biasanya garisku begitu.  Apa aku menyesal mengikuti garis yang se-demikian ? Tidak juga. Emm.. atau bisa saja. Semua tergantung harus memilih garis milik siapa. Jangan... jangan siapa, tapi mari kita buat semua tergantung harus memilih garis yang bagaimana saja.