Langsung ke konten utama

Jadi, Ini Tentang Cerita Kita

Jadi, ini tentang cerita "kita".
Mungkin kau hampir bosan ketika berulang-ulang aku menuliskan ini, tentang ketenangan yang telah pecah seperti gelas kaca yang diam-diam jatuh dan pecah.
Bosan sekali.
Lalu tak pernah menyangka, dan tak pernah mampu menerka, akan berakhir seperti apa kita.

Jadi, ini tentang cerita kita.
Yang sedang duduk di ujung lorong perjuangan.
Itu kamu ? Ini kamu ?
Kita itu nyata ?

Jadi, ini tentang cerita kita.
Tapi kali ini aku urung memakai tanda kurung.
Karena ku pikir, sudahkah habis ketenangan - ketenangan yang selalu kita dapatkan ?
Ah, waktu memang penipu ulung.
Semua tentang kita seakan tiba-tiba habis tergulung.

Setangah mengantuk ku ikuti apa yang hati ingin tulis,
Rupanya belum sempat aku menikmati imaji
"kita" sudah datang mengganggu lagi


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kabar-Kabar Lagi Nanti !

Apa kabar berkali-kali kau bilang "goblok" separuh bagianku ini ? Tapi aku ganti baru sekali saja, kau bilang sakitnya setengah mati ! 🤣 Lalu pernah tidak kau tanyakan bagaimana kabar ku begini ? Biar tidak hanya melalu kamu yang tidak boleh tersakiti. Oke, aku nanti kabar-kabar berikutnya.. Pokoknya kamu harus bahagia ! Kamu harus menang seenaknya. Ya !

Penuh Sesak.

Hatiku penuh sekali hari ini ! Penuh sesak. Lelah. Teramat. Sepertinya memang sudah banyak sekali yang dipendam hatiku ini. Selalu saja dibiarkan. Menumpuk kemudian. Aku takut tiba-tiba saja hati itu meledak. Meledak karena penuh sesak.

Garis-Garis Milik Sang Busur

Garis-garis yang terbuat begitu persis semua lekukannya. Tepat ! Itu memang garis-garis milik sang busur. Tapi entah kenapa garisku di dalam sini semakin membujur kaku. Padahal tak biasanya garisku begitu.  Apa aku menyesal mengikuti garis yang se-demikian ? Tidak juga. Emm.. atau bisa saja. Semua tergantung harus memilih garis milik siapa. Jangan... jangan siapa, tapi mari kita buat semua tergantung harus memilih garis yang bagaimana saja.