Langsung ke konten utama

Sepatah Alasan

Nyaris membuatku terpelak. Sungguh, aku sendiri takjub dibuatnya. Kepalaku pening.
Dadaku kembali berdetak kencang kala mendapatinya, tapi ada sebuah pertanyaan terbetik dalam benakku.

Tik Tok Tik Tok, Lupakan saja pertanyaanku.

"Aku benar-benar membenci semua ini."

Tak tanggung-tanggung, barang sekali duakali aku bisa saja takkan tersinggung.
Tak ada reaksi apapun, aku pun tergantung.
Hanya menunggu detik air mataku mengantung.

Semula ku pikir bahwa hal ini akan seperti yang sudah-sudah, terkubur... seolah semua baik-baik saja, namun ternyata kali ini aku yang salah menduga.

'Menenangkanku, Menyentuhku' saja enggan.
Apalagi yang harus ku paksakan ?
Masih saja ingin mendapat alasan ?
Ya !
Alasan kita memulai. Agar kita tidak gampang mengakhiri !




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kabar-Kabar Lagi Nanti !

Apa kabar berkali-kali kau bilang "goblok" separuh bagianku ini ? Tapi aku ganti baru sekali saja, kau bilang sakitnya setengah mati ! 🤣 Lalu pernah tidak kau tanyakan bagaimana kabar ku begini ? Biar tidak hanya melalu kamu yang tidak boleh tersakiti. Oke, aku nanti kabar-kabar berikutnya.. Pokoknya kamu harus bahagia ! Kamu harus menang seenaknya. Ya !

Penuh Sesak.

Hatiku penuh sekali hari ini ! Penuh sesak. Lelah. Teramat. Sepertinya memang sudah banyak sekali yang dipendam hatiku ini. Selalu saja dibiarkan. Menumpuk kemudian. Aku takut tiba-tiba saja hati itu meledak. Meledak karena penuh sesak.

Garis-Garis Milik Sang Busur

Garis-garis yang terbuat begitu persis semua lekukannya. Tepat ! Itu memang garis-garis milik sang busur. Tapi entah kenapa garisku di dalam sini semakin membujur kaku. Padahal tak biasanya garisku begitu.  Apa aku menyesal mengikuti garis yang se-demikian ? Tidak juga. Emm.. atau bisa saja. Semua tergantung harus memilih garis milik siapa. Jangan... jangan siapa, tapi mari kita buat semua tergantung harus memilih garis yang bagaimana saja.