Langsung ke konten utama

Sakit Me-Rindu

Sakit berusaha memaklumi. 
Hanya itu yang dia bisa. 
Memaklumi itu bagian dari usahanya untuk memelihara cintanya pada Rindu. 

"Boleh aku duduk ?"
Sejak kapan aku bisa melarangmu ?

Kata-kata itu, terlalu sering. 
Sudut mataku meledak, magma didadaku tumpah begitu saja.

Itu kesekian kalinya Rindu mendatangi.

....

Disini, apapun resahmu pasti akan bubung ke udara.
Untuk beberapa alasan kopi rasanya lebih nikmat kau seduh bersama Sakit dan Rindu. 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kabar-Kabar Lagi Nanti !

Apa kabar berkali-kali kau bilang "goblok" separuh bagianku ini ? Tapi aku ganti baru sekali saja, kau bilang sakitnya setengah mati ! 🤣 Lalu pernah tidak kau tanyakan bagaimana kabar ku begini ? Biar tidak hanya melalu kamu yang tidak boleh tersakiti. Oke, aku nanti kabar-kabar berikutnya.. Pokoknya kamu harus bahagia ! Kamu harus menang seenaknya. Ya !

Penuh Sesak.

Hatiku penuh sekali hari ini ! Penuh sesak. Lelah. Teramat. Sepertinya memang sudah banyak sekali yang dipendam hatiku ini. Selalu saja dibiarkan. Menumpuk kemudian. Aku takut tiba-tiba saja hati itu meledak. Meledak karena penuh sesak.

Garis-Garis Milik Sang Busur

Garis-garis yang terbuat begitu persis semua lekukannya. Tepat ! Itu memang garis-garis milik sang busur. Tapi entah kenapa garisku di dalam sini semakin membujur kaku. Padahal tak biasanya garisku begitu.  Apa aku menyesal mengikuti garis yang se-demikian ? Tidak juga. Emm.. atau bisa saja. Semua tergantung harus memilih garis milik siapa. Jangan... jangan siapa, tapi mari kita buat semua tergantung harus memilih garis yang bagaimana saja.