Langsung ke konten utama

Ku Pikir Aku Sudah Mati #1





"Nyaman" tak akan bisa kau buat-buat. Apalagi kau paksa-paksa ikut "menyatu" dengan matcha favorit dan pemikiranmu.

Entah lagi, kalau lama-lama menjadi "terbiasa". Kemudian terus mengganggu yang ada, dari hati sampai kepala, bukan sebaliknya - kepala sampai hati. 

Saat itulah, perlu ku bangun tameng tinggi-tinggi untuk membatasi, agar "nyaman" tak menjalar dan merajai. Ku pikir aku sudah mati.

"Ku pikir aku sudah mati".

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Penuh Sesak.

Hatiku penuh sekali hari ini ! Penuh sesak. Lelah. Teramat. Sepertinya memang sudah banyak sekali yang dipendam hatiku ini. Selalu saja dibiarkan. Menumpuk kemudian. Aku takut tiba-tiba saja hati itu meledak. Meledak karena penuh sesak.

Kabar-Kabar Lagi Nanti !

Apa kabar berkali-kali kau bilang "goblok" separuh bagianku ini ? Tapi aku ganti baru sekali saja, kau bilang sakitnya setengah mati ! 🤣 Lalu pernah tidak kau tanyakan bagaimana kabar ku begini ? Biar tidak hanya melalu kamu yang tidak boleh tersakiti. Oke, aku nanti kabar-kabar berikutnya.. Pokoknya kamu harus bahagia ! Kamu harus menang seenaknya. Ya !

Menjadi Lumpuh...

Dulu tegap berdiri, apa-apa bisa sendiri ! Sekarang.. bahkan hanya untuk berdiri tanpa bergerak saja dia tak mampu lagi. Sungguh aku mengasihaninya... Kakinya patah sebab dia menginjak pijakan yang salah ! Pijakan yang lama-lama membuat kakinya alih-alih semakin kokoh sempurna malah menjadi sama sekali tidak berguna. Sungguh lagi-lagi aku jadi mengasihaninya... Kau jangan sekali-sekali ingin menjadi seperti dia jika kelak kau tidak ingin kehilangan kekuatan kakimu dan menjadi lumpuh juga !