Langsung ke konten utama

Intensitas Komunikasi Kami Bekerja

Jangan tanyakan bagaimana intensitas komunikasi kami bekerja. Kau akan sedih mengetahuinya. Persis sepertiku.

Kau akan gila sendiri karena hanya bisa menerka-nerka. Tidak ada kabar ketenangan.

Kau tak boleh berprasangka, tapi kerap kali yang dilakukannya, sama. Bagaimana ? Kau masih sanggup mendengarnya ?

Ku katakan terlebih dahulu sebelum kau mendengarnya lebih jauh. Aku pun menjadi tak yakin, sekarang raguku mengakar lagi !

Mari ku lanjutkan. Kau akan sabar untuk terus mendengarkanku, bukan ?



.....

.....

.....

.....

.....

Maaf, memang sering tiba-tiba menghilang. Sudah ku tanyakan padamu sebelumnya, kau akan sabar bukan ? Nanti juga kau akan terbiasa, sama sepertiku. Biasa saja ketika tiba-tiba semuanya menghilang. Fana. Lupakan. Jangan terus menerka-nerka. Melelahkan. Kau bukan yang ingin disampaikan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kabar-Kabar Lagi Nanti !

Apa kabar berkali-kali kau bilang "goblok" separuh bagianku ini ? Tapi aku ganti baru sekali saja, kau bilang sakitnya setengah mati ! 🤣 Lalu pernah tidak kau tanyakan bagaimana kabar ku begini ? Biar tidak hanya melalu kamu yang tidak boleh tersakiti. Oke, aku nanti kabar-kabar berikutnya.. Pokoknya kamu harus bahagia ! Kamu harus menang seenaknya. Ya !

Penuh Sesak.

Hatiku penuh sekali hari ini ! Penuh sesak. Lelah. Teramat. Sepertinya memang sudah banyak sekali yang dipendam hatiku ini. Selalu saja dibiarkan. Menumpuk kemudian. Aku takut tiba-tiba saja hati itu meledak. Meledak karena penuh sesak.

Garis-Garis Milik Sang Busur

Garis-garis yang terbuat begitu persis semua lekukannya. Tepat ! Itu memang garis-garis milik sang busur. Tapi entah kenapa garisku di dalam sini semakin membujur kaku. Padahal tak biasanya garisku begitu.  Apa aku menyesal mengikuti garis yang se-demikian ? Tidak juga. Emm.. atau bisa saja. Semua tergantung harus memilih garis milik siapa. Jangan... jangan siapa, tapi mari kita buat semua tergantung harus memilih garis yang bagaimana saja.