Langsung ke konten utama

Beda Jalur ? Passion Bisa Lebih dari Satu

"passion adalah sesuatu yang menjadi mimpi kita, yang mendorong kita ke arah tersebut secara terus-menerus, dan akan menimbulkan penyesalan jika kita tidak mencoba melakukannya"

yang terpenting adalah kita harus mengenali passion kita. baru kita bisa mengetahui apakah "sesuatu" itu benar-benar menjadi passion kita.

misalkan saja, saya saat ini sedang berjuang sebagai mahasiswa akutansi, setelah berjalan 2-3 semester saya baru sadar ini bukan bidang yang saya sukai karena minat saya menjadi seorang desainer grafis. dengan memastikan benar passion kita dimana, diantara lain dikala menghadapi rintangan dalam bekerja, kita akan tetap tertantang untuk menuntaskannya. "karena saya sudah benar-benar memiliki passion yang kuat untuk menjadi seorang desainer grafis"

dengan begini saya baru bisa mengatakan bahwa dunia akutansi bukan passion. apakah rintangan dalam bekerja didunia akutansi mampu membangkitkan semangat kita untuk menuntaskan pekerjaan tersebut, dan menimbulkan kecintaan yang semakin pada pekerjaan tersebut ? TIDAK. 

tapi... menurut saya passion bisa lebih dari satu.

mungkin saja dunia akutansi adalah minat kedua saya selain di dunia desain grafis ? bisa saja. 

bakat akan sulit berkembang dengan baik, kalau tidak dimulai dari adanya MINAT - PASSION yang kuat pada bidang yang akan ditekuni.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kabar-Kabar Lagi Nanti !

Apa kabar berkali-kali kau bilang "goblok" separuh bagianku ini ? Tapi aku ganti baru sekali saja, kau bilang sakitnya setengah mati ! 🤣 Lalu pernah tidak kau tanyakan bagaimana kabar ku begini ? Biar tidak hanya melalu kamu yang tidak boleh tersakiti. Oke, aku nanti kabar-kabar berikutnya.. Pokoknya kamu harus bahagia ! Kamu harus menang seenaknya. Ya !

Penuh Sesak.

Hatiku penuh sekali hari ini ! Penuh sesak. Lelah. Teramat. Sepertinya memang sudah banyak sekali yang dipendam hatiku ini. Selalu saja dibiarkan. Menumpuk kemudian. Aku takut tiba-tiba saja hati itu meledak. Meledak karena penuh sesak.

Aku Menyayangkan, Sayangnya...

sayangnya, aku bukan tipikal wanita yang berjuang lebih keras dari umumnya hanya untuk laki-laki sepertimu. sayangnya, aku lebih memilih tidak lagi peduli daripada harus memaafkanmu berulang untuk kesalahan yang selalu sama.  sayangnya, aku lebih membutuhkan laki-laki yang penuh pengertian lebih ketimbang laki-laki yang penuh tuntutan. sayangnya, aku lebih menghargai laki-laki yang mau diajak susah ketimbang laki-laki yang maunya enak saja. sayangnya, aku bukan wanita yang membiarkan laki-lakiku mengencani wanita lain. sayangnya, aku wanita yang tidak bisa tinggal diam ketika aku dikecewakan, bahkan aku bisa membalasnya jauh lebih menyakitkan. sayangnya, aku wanita yang lebih memilih untuk mengakhiri daripada menjalani hanya dengan kesakitan. sayangnya, aku wanita yang susah memberi kalau kepercayaan sudah disia-siakan. sayangnya, aku lebih mendengarkan kata hatiku untuk meninggalkan, daripada kata-kata tanpa usahamu agar aku tetap tinggal. sayangnya, aku adalah aku, aku bukan aku yang...