Langsung ke konten utama

Mantan Terindah

Dulu, aku katakan jangan pergi, tetapi kau marah besar. lalu , aku coba lagi, tetapi kau meludahiku.
Dulu, aku ingin memperbaikinya, tapi kau bilang enak saja.

Semua memang ada waktunya. tapi, sudahkah aku atau kita sampai pada waktunya ? Jadilah itu milikku ? ah ternyata cuma begitu saja.

Senja semakin menua... aku dengannya semakin matang. Denganmu hujan, masih kusimpan rapat-rapat. cukup lama aku menunggu, nampaknya aku tidak memiliki kesabaran lebih untuk menunggu semakin lama.

Langkahnya kasar... aku dengannya... denganmu hujan.

Mau dikatakan apalagi, kita tak akan pernah satu...

"Aku akan melamarmu." | Oh ya ? kapan .. | "secepatnya, setelah kau kukenalkan pada keluargaku. mereka ingin mendengar banyak cerita tentangmu dan keluargamu" | Baiklah...

.... Engkau disana, aku disini. meski hatiku memilihmu.

Sebuah situasi dimana aku berpijak, andai aku bisa, ingin aku memelukmu lagi.
Sebuah situasi dimana aku tidak bisa membedakan antara khayalan dan kenyataan. khayalan aku anggap sebagai kenyataan... dan kenyataan aku anggap sebagai khayalan.

Sementara itu, "Hitam tetapi putih" adalah sebuah kondisi yang munafilk. Dihati ini hanya engkau mantan terindah yang selalu ku rindukan.

Usai hari ini menjadi hujan, kami hampir menyelesaikan seluruhnya.
Yang telah kau buat sungguhlah indah, buat diriku susah lupa...

- Mantan Terindah -

http://www.youtube.com/watch?v=rKP5lKg8TXk

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kabar-Kabar Lagi Nanti !

Apa kabar berkali-kali kau bilang "goblok" separuh bagianku ini ? Tapi aku ganti baru sekali saja, kau bilang sakitnya setengah mati ! 🤣 Lalu pernah tidak kau tanyakan bagaimana kabar ku begini ? Biar tidak hanya melalu kamu yang tidak boleh tersakiti. Oke, aku nanti kabar-kabar berikutnya.. Pokoknya kamu harus bahagia ! Kamu harus menang seenaknya. Ya !

Penuh Sesak.

Hatiku penuh sekali hari ini ! Penuh sesak. Lelah. Teramat. Sepertinya memang sudah banyak sekali yang dipendam hatiku ini. Selalu saja dibiarkan. Menumpuk kemudian. Aku takut tiba-tiba saja hati itu meledak. Meledak karena penuh sesak.

Menjadi Lumpuh...

Dulu tegap berdiri, apa-apa bisa sendiri ! Sekarang.. bahkan hanya untuk berdiri tanpa bergerak saja dia tak mampu lagi. Sungguh aku mengasihaninya... Kakinya patah sebab dia menginjak pijakan yang salah ! Pijakan yang lama-lama membuat kakinya alih-alih semakin kokoh sempurna malah menjadi sama sekali tidak berguna. Sungguh lagi-lagi aku jadi mengasihaninya... Kau jangan sekali-sekali ingin menjadi seperti dia jika kelak kau tidak ingin kehilangan kekuatan kakimu dan menjadi lumpuh juga !