Langsung ke konten utama

Perihal Kabar...


"udah gede, gak harus minta izin mau kesini kesitu, penting udah tau kewajibanmu apa kan ya ?"

somehow, bagiku memberi kabar - akan berada diposisi puncak pentingnya - untuk dilaksanakan, bagi kelangsungan hubungan baik bersama. setuju kan gaes ? yaa, bagaimana membangun kepercayaan tanpa ada komunikasi yang lancar. feeling ? hoo, siap-siap saja sakit dengan prasangka-prasangka yang kalian buat sendiri. 

seberapa susah memberi kabar ? emm, enggak susah sih. alat komunikasi sekarang kan udah canggih. yaa BBM, yaa whatsapp, yaa kakaotalk, apalah itu berbagai macam app chatting. everything more simple, you only use your finger, ketik-ketik, kekirim saat itu juga. (lowbatt, gak ada sinyal. alasan klasik woy). 

so, letak susahnya dimana ? letak susahnya (sementara ini) ada di.. satu, membiasakan diri enggak matikan handphone pas lagi main (tanpa dia) - dulu kan gak ada yang nyariin. jadi bebas matiin handphone. dua, menumbuhkan rasa kesadaran diri - sekarang sudah ada yang harus dikabarin. tiga, membiasakan diri. empat, kesadaran diri. lima dan seterusnya... perpaduan antara kesadaran diri dan membiasakan diri.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Penuh Sesak.

Hatiku penuh sekali hari ini ! Penuh sesak. Lelah. Teramat. Sepertinya memang sudah banyak sekali yang dipendam hatiku ini. Selalu saja dibiarkan. Menumpuk kemudian. Aku takut tiba-tiba saja hati itu meledak. Meledak karena penuh sesak.

Kabar-Kabar Lagi Nanti !

Apa kabar berkali-kali kau bilang "goblok" separuh bagianku ini ? Tapi aku ganti baru sekali saja, kau bilang sakitnya setengah mati ! 🤣 Lalu pernah tidak kau tanyakan bagaimana kabar ku begini ? Biar tidak hanya melalu kamu yang tidak boleh tersakiti. Oke, aku nanti kabar-kabar berikutnya.. Pokoknya kamu harus bahagia ! Kamu harus menang seenaknya. Ya !

Menjadi Lumpuh...

Dulu tegap berdiri, apa-apa bisa sendiri ! Sekarang.. bahkan hanya untuk berdiri tanpa bergerak saja dia tak mampu lagi. Sungguh aku mengasihaninya... Kakinya patah sebab dia menginjak pijakan yang salah ! Pijakan yang lama-lama membuat kakinya alih-alih semakin kokoh sempurna malah menjadi sama sekali tidak berguna. Sungguh lagi-lagi aku jadi mengasihaninya... Kau jangan sekali-sekali ingin menjadi seperti dia jika kelak kau tidak ingin kehilangan kekuatan kakimu dan menjadi lumpuh juga !