Langsung ke konten utama

Vespa Bu..

pernah dikatain Ibu-Ibu komplek, yang lagi ngobrol cantik sore hari di rumah milik tetangga sebelah. kayak gini mulutnya nyablak "pacarnya Mbak Bella kok...". well, iya... sore itu aku dijemput pakai vespa butut. bukan tanpa sengaja, ini gegara aku yang minta jalan-jalan pakai vespa butut, pun itu bukan pacar aku. 

(re : itu saat kali pertama aku naikin vespa. asik bro)



aku cuma tebar senyum palsu aja sih sore itu. benernya pengen ngebecek-becek itu mulut. dasar yaa Ibu-Ibu. oke, actually dalam otak perempuan pasti ada pemikiran tentang materi. tapi, please yaa Ibu-Ibu, kendaraan apa yang dibawa bukan masalah utama.

bagiku, enggak penting punya pacar tajir tapi eh punya orang tuanya. buat apa ? mau bawa kendaraan apa juga, yang penting aku nyaman jalan sama dia sih. beres. 

.....
esok lusanya, temenku yang sama - jemput pakai mobil. tetep.. Ibu-Ibu lagi ngobrol cantik sore di rumah milik tetangga sebelah. tidak ada komentar lagi dari mulut mereka, ku lihat hanya senyum-senyum.. yang pasti itu senyum keisinan - malumalu. 

jadi, memang bener-bener, perihal materi itu sangat melekat dengan perempuan. tapi.. ah itu tak terlalu berarti.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kabar-Kabar Lagi Nanti !

Apa kabar berkali-kali kau bilang "goblok" separuh bagianku ini ? Tapi aku ganti baru sekali saja, kau bilang sakitnya setengah mati ! 🤣 Lalu pernah tidak kau tanyakan bagaimana kabar ku begini ? Biar tidak hanya melalu kamu yang tidak boleh tersakiti. Oke, aku nanti kabar-kabar berikutnya.. Pokoknya kamu harus bahagia ! Kamu harus menang seenaknya. Ya !

Penuh Sesak.

Hatiku penuh sekali hari ini ! Penuh sesak. Lelah. Teramat. Sepertinya memang sudah banyak sekali yang dipendam hatiku ini. Selalu saja dibiarkan. Menumpuk kemudian. Aku takut tiba-tiba saja hati itu meledak. Meledak karena penuh sesak.

Menjadi Lumpuh...

Dulu tegap berdiri, apa-apa bisa sendiri ! Sekarang.. bahkan hanya untuk berdiri tanpa bergerak saja dia tak mampu lagi. Sungguh aku mengasihaninya... Kakinya patah sebab dia menginjak pijakan yang salah ! Pijakan yang lama-lama membuat kakinya alih-alih semakin kokoh sempurna malah menjadi sama sekali tidak berguna. Sungguh lagi-lagi aku jadi mengasihaninya... Kau jangan sekali-sekali ingin menjadi seperti dia jika kelak kau tidak ingin kehilangan kekuatan kakimu dan menjadi lumpuh juga !