Langsung ke konten utama

Perihal Balance

.... suatu hari, disalahsatu ruang bersama satu dosen saya hingga lewat jam delapan malam - dengan kesibukan menata hadiah kecil-kecilan untuk pacar.

"kamu bikin apa bell ?"
oh bikin hadiah kecil-kecilan buat pacar aku mbak, besok dia wisuda. rencananya gini... gitu... (enggak perlu dijelasin disini gaes hehe)
"kamu kok segitunya. niat banget. balance enggak tapi ?"
balance gimana mbak ?
"yaa pacarmu segininya juga enggak ke kamu. kamu bikin-bikin kayak gini sering ? ini sih biasanya sifat laki-laki."
emm. aku kalau sama pacar mesti gini kok mbak. sekarang atau dulu yaa gini. karena aku ngerasa ini caraku romantisin pacar. sehari-hari aku gak bisa romantis mbak, susah romantis lebih tepatnya. panggil sayang aja susah, bilang I love you apalagi.
"itu juga biasanya sifat laki-laki. perempuan biasanya maunya dimanja diperhatiin dikasih hadiah-hadiah kayak gini. tapi yang penting balance aja. kalau enggak balance jangan diterus-terusin nanti bikin sakit."
(kemudian aku memilih diam. tapi juga bikin kepikiran. nging-nging dikepala)



bukan tentang siapa yang lebih sering, aku tidak akan menakar itu, aku tidak akan menuntut balik perlakuan sama. yang penting aku nyaman dan bahagia dengan cara yang ku lakukan... dan tentu yang bisa membuatnya senang.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kabar-Kabar Lagi Nanti !

Apa kabar berkali-kali kau bilang "goblok" separuh bagianku ini ? Tapi aku ganti baru sekali saja, kau bilang sakitnya setengah mati ! 🤣 Lalu pernah tidak kau tanyakan bagaimana kabar ku begini ? Biar tidak hanya melalu kamu yang tidak boleh tersakiti. Oke, aku nanti kabar-kabar berikutnya.. Pokoknya kamu harus bahagia ! Kamu harus menang seenaknya. Ya !

Penuh Sesak.

Hatiku penuh sekali hari ini ! Penuh sesak. Lelah. Teramat. Sepertinya memang sudah banyak sekali yang dipendam hatiku ini. Selalu saja dibiarkan. Menumpuk kemudian. Aku takut tiba-tiba saja hati itu meledak. Meledak karena penuh sesak.

Garis-Garis Milik Sang Busur

Garis-garis yang terbuat begitu persis semua lekukannya. Tepat ! Itu memang garis-garis milik sang busur. Tapi entah kenapa garisku di dalam sini semakin membujur kaku. Padahal tak biasanya garisku begitu.  Apa aku menyesal mengikuti garis yang se-demikian ? Tidak juga. Emm.. atau bisa saja. Semua tergantung harus memilih garis milik siapa. Jangan... jangan siapa, tapi mari kita buat semua tergantung harus memilih garis yang bagaimana saja.