Langsung ke konten utama

Is It Getting Better ? Much Better.


"good morning."
"hmm." okay, I'm not in good mood. 
"kau baru kehilangan seseorang..." dia benar-benar memecah kesunyian. 
oke, mungkin dia sudah mendengar dari orang lain sepanjang hari ini. 
"hatimu hancur ? is it getting better ?" lanjutnya lagi. 
"much better." sahutku singkat.

batinku, orang bodoh juga tau, siapa yang hatinya tidak hancur telah kehilangan seseorang, batinku. tapi detik itulah aku merasakan persaaan aneh. jantungku berdetak perlahan, tidak terburu-buru seperti semalam. rasa rileks yang nyaman dan melegakan yang entah muncul dari mana tiba-tiba menyergapku pagi-pagi. aku benar-benar merasakan bebas tanpa beban. ku pikir aku tidak bisa tanpanya, tapi kenapa bisa aku tidak kenapa-kenapa  sekarang ? bahkan aku merasa lebih baik dari sebelumnya. ku pikir aku akan merasa berat meninggalkannya, tapi kenapa bisa aku tidak kenapa-kenapa sekarang ? bahkan aku merasa ringan seringan-ringannya untuk terus melangkah. ku pikir aku akan susah melupakannya, tapi kenapa bisa aku tidak kenapa-kenapa sekarang ? bahkan aku tidak mampu mengingat kenangan-kenangan indah tentangnya, seolah semua itu telah benar-benar tertutup oleh 'hitam yang pekat', lalu yang bisa ku ingat samar-samar hanya... yaa... we hurt each other then we do it again. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kabar-Kabar Lagi Nanti !

Apa kabar berkali-kali kau bilang "goblok" separuh bagianku ini ? Tapi aku ganti baru sekali saja, kau bilang sakitnya setengah mati ! 🤣 Lalu pernah tidak kau tanyakan bagaimana kabar ku begini ? Biar tidak hanya melalu kamu yang tidak boleh tersakiti. Oke, aku nanti kabar-kabar berikutnya.. Pokoknya kamu harus bahagia ! Kamu harus menang seenaknya. Ya !

Penuh Sesak.

Hatiku penuh sekali hari ini ! Penuh sesak. Lelah. Teramat. Sepertinya memang sudah banyak sekali yang dipendam hatiku ini. Selalu saja dibiarkan. Menumpuk kemudian. Aku takut tiba-tiba saja hati itu meledak. Meledak karena penuh sesak.

Aku Menyayangkan, Sayangnya...

sayangnya, aku bukan tipikal wanita yang berjuang lebih keras dari umumnya hanya untuk laki-laki sepertimu. sayangnya, aku lebih memilih tidak lagi peduli daripada harus memaafkanmu berulang untuk kesalahan yang selalu sama.  sayangnya, aku lebih membutuhkan laki-laki yang penuh pengertian lebih ketimbang laki-laki yang penuh tuntutan. sayangnya, aku lebih menghargai laki-laki yang mau diajak susah ketimbang laki-laki yang maunya enak saja. sayangnya, aku bukan wanita yang membiarkan laki-lakiku mengencani wanita lain. sayangnya, aku wanita yang tidak bisa tinggal diam ketika aku dikecewakan, bahkan aku bisa membalasnya jauh lebih menyakitkan. sayangnya, aku wanita yang lebih memilih untuk mengakhiri daripada menjalani hanya dengan kesakitan. sayangnya, aku wanita yang susah memberi kalau kepercayaan sudah disia-siakan. sayangnya, aku lebih mendengarkan kata hatiku untuk meninggalkan, daripada kata-kata tanpa usahamu agar aku tetap tinggal. sayangnya, aku adalah aku, aku bukan aku yang...