Langsung ke konten utama

Trash Car


... menyenangkan berpelukan denganmu didalam sini, meski sempit. 
menertawakan ketidaknyamanan, ataupun berbagi kemarahan saat menemukan ketidakadilan. 

"geseran. aku gak nyaman duduk seperti ini. gimana aku mau mulai berbagi cerita."
"kamu, maunya dingerti tapi gak mau ngerti."
"ah, kamu, udah tau aku cemburuan. digodain mulu."
"pekerjaanku terlalu.. bla..bla..bla.."
"aku capek, aku lelah."
"konser musik itu asik. kamu harus ikut."
"pertunjukan wayang itu lebih klasik, kamu juga harus ikut."
.. dan blah blah blah.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kabar-Kabar Lagi Nanti !

Apa kabar berkali-kali kau bilang "goblok" separuh bagianku ini ? Tapi aku ganti baru sekali saja, kau bilang sakitnya setengah mati ! 🤣 Lalu pernah tidak kau tanyakan bagaimana kabar ku begini ? Biar tidak hanya melalu kamu yang tidak boleh tersakiti. Oke, aku nanti kabar-kabar berikutnya.. Pokoknya kamu harus bahagia ! Kamu harus menang seenaknya. Ya !

Penuh Sesak.

Hatiku penuh sekali hari ini ! Penuh sesak. Lelah. Teramat. Sepertinya memang sudah banyak sekali yang dipendam hatiku ini. Selalu saja dibiarkan. Menumpuk kemudian. Aku takut tiba-tiba saja hati itu meledak. Meledak karena penuh sesak.

Garis-Garis Milik Sang Busur

Garis-garis yang terbuat begitu persis semua lekukannya. Tepat ! Itu memang garis-garis milik sang busur. Tapi entah kenapa garisku di dalam sini semakin membujur kaku. Padahal tak biasanya garisku begitu.  Apa aku menyesal mengikuti garis yang se-demikian ? Tidak juga. Emm.. atau bisa saja. Semua tergantung harus memilih garis milik siapa. Jangan... jangan siapa, tapi mari kita buat semua tergantung harus memilih garis yang bagaimana saja.