Langsung ke konten utama

Cinta Telah Datang, An !

...

adalah energi dahsyat yang tersimpan didalam hati, yang bisa mempengaruhi tatanan jiwaku, dan kekuatan yang mampu mengubah segalanya. yang pahit akan terasa manis, gelap akan menjadi terang, sakit akan segera sembuh, yang matipun akan merasa hidup lagi.

cinta, fenomena alamiah, manusiawi dan bagian dari kehidupan ini.

sebelum cinta datang, hal pertama yang biasa ku rasakan adalah ketertarikan terhadap orang lain (lawan jenis). aku mulai mencari segala sesuatu 'tentangnya', namanya, bahkan lingkungannya. oke, dia adalah laki-laki asing yang selalu berhasil membuat gempa bumi pribadi ketika aku berpapasan dengannya. laki-laki yang bahkan sampai sekarang tidak ku tau namanya tapi membuat aku merasa sudah begitu lama mengenalnya. laki-laki yang bahkan kurasa punggung kepunyaannya tidak begitu kokoh tapi aku selalu rasa nyaman dan ingin memeluknya.

rasa ingin tau ku berlanjut dengan setiap hari berharap melihatnya. entah karena apa, harapanku selalu dijadikan nyata, itu semacam doaku yang selalu didengar dan selalu dikabulkan oleh Tuhan setiap harinya. dengan 'hikmat' aku selalu berusaha merekam setiap detik curi-curi pandangku terhadapnya, juga curi-curi pandangnya terhadapku dengan baik.

lift - kantin - parkingarea - taman, adalah beberapa bagian dari kampus yang selalu menimbulkan gempa bumi pribadi dan ku anggap itu sebagai 'media' untuk aku bisa melihatnya - bertemu dengannya.

...

lagu-lagu cinta sering ku mainkan - berkumandang. cinta telah datang, An !

An.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kabar-Kabar Lagi Nanti !

Apa kabar berkali-kali kau bilang "goblok" separuh bagianku ini ? Tapi aku ganti baru sekali saja, kau bilang sakitnya setengah mati ! 🤣 Lalu pernah tidak kau tanyakan bagaimana kabar ku begini ? Biar tidak hanya melalu kamu yang tidak boleh tersakiti. Oke, aku nanti kabar-kabar berikutnya.. Pokoknya kamu harus bahagia ! Kamu harus menang seenaknya. Ya !

Penuh Sesak.

Hatiku penuh sekali hari ini ! Penuh sesak. Lelah. Teramat. Sepertinya memang sudah banyak sekali yang dipendam hatiku ini. Selalu saja dibiarkan. Menumpuk kemudian. Aku takut tiba-tiba saja hati itu meledak. Meledak karena penuh sesak.

Menjadi Lumpuh...

Dulu tegap berdiri, apa-apa bisa sendiri ! Sekarang.. bahkan hanya untuk berdiri tanpa bergerak saja dia tak mampu lagi. Sungguh aku mengasihaninya... Kakinya patah sebab dia menginjak pijakan yang salah ! Pijakan yang lama-lama membuat kakinya alih-alih semakin kokoh sempurna malah menjadi sama sekali tidak berguna. Sungguh lagi-lagi aku jadi mengasihaninya... Kau jangan sekali-sekali ingin menjadi seperti dia jika kelak kau tidak ingin kehilangan kekuatan kakimu dan menjadi lumpuh juga !