Langsung ke konten utama

Hari Ini, di Tempat Lain.

manusia memiliki banyak kebiasaan umum dalam bermasyarakat - dalam berkelompok. kadang, kebiasaan yang dimiliki manusia tersebut tidak membuat mereka sendiri menjadi nyaman, karena merekalah yang berperan sebagai sujek dan objeknya. mereka tidak cukup kuat untuk mengatakan jika kebiasaan tersebut tidak berguna bagi mereka.

bercanda berlebihan hingga menyakiti seseorang adalah salah satu dari sekian kebiasaan buruk manusia.

sore hari ini, 3 Maret 2014. mari sejenak beralih ke'pertengkaran' kami.
yah, satu diantara kita berlima adalah tipikal orang yang serius dan patuh. selalu begitu...

seringkali memang kita merasa ada ketidakcocokan. ketika.. tipikal orang serius digabungkan dengan tipikal orang tidak serius. serius tidak serius disini sila artikan sebagai orang yang memiliki 'sense of humor' rendah dan tinggi.

namanya juga perempuan ketemu perempuan, idola favorite, fashion, buku, apalagi kalau tidak sedikit mengungkit masalah mantan. eks.. mengungkit masalah mantan yang sedikit berlebihan. tidak.. tidak.. itu hal biasa bagi kita, saling menjatuhkan satu dengan yang lain, tentu dalam wacana 'bercanda'. well, orang serius larinya kemana juga pada tau, apa-apa mesti dimasukin kehati - yaa, orang serius.

MENANGIS - menjadi hal biasa ketika dia ini sengaja kita ungkit-ungkit perkara mantannya. terus kita bercandain.. semakin.. dan semakin menjadi-jadi. hingga membuat dia muak. marah. lalu pergi ! secara tidak langsung apa yang diucapkannya adalah 'yes, out'

...
sekian.
yang kita khawatirkan disini untuk jangka panjang adalah 'ketika kawan menjadi lawan' bukan 'lawan menjadi kawan'

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kabar-Kabar Lagi Nanti !

Apa kabar berkali-kali kau bilang "goblok" separuh bagianku ini ? Tapi aku ganti baru sekali saja, kau bilang sakitnya setengah mati ! 🤣 Lalu pernah tidak kau tanyakan bagaimana kabar ku begini ? Biar tidak hanya melalu kamu yang tidak boleh tersakiti. Oke, aku nanti kabar-kabar berikutnya.. Pokoknya kamu harus bahagia ! Kamu harus menang seenaknya. Ya !

Penuh Sesak.

Hatiku penuh sekali hari ini ! Penuh sesak. Lelah. Teramat. Sepertinya memang sudah banyak sekali yang dipendam hatiku ini. Selalu saja dibiarkan. Menumpuk kemudian. Aku takut tiba-tiba saja hati itu meledak. Meledak karena penuh sesak.

Aku Menyayangkan, Sayangnya...

sayangnya, aku bukan tipikal wanita yang berjuang lebih keras dari umumnya hanya untuk laki-laki sepertimu. sayangnya, aku lebih memilih tidak lagi peduli daripada harus memaafkanmu berulang untuk kesalahan yang selalu sama.  sayangnya, aku lebih membutuhkan laki-laki yang penuh pengertian lebih ketimbang laki-laki yang penuh tuntutan. sayangnya, aku lebih menghargai laki-laki yang mau diajak susah ketimbang laki-laki yang maunya enak saja. sayangnya, aku bukan wanita yang membiarkan laki-lakiku mengencani wanita lain. sayangnya, aku wanita yang tidak bisa tinggal diam ketika aku dikecewakan, bahkan aku bisa membalasnya jauh lebih menyakitkan. sayangnya, aku wanita yang lebih memilih untuk mengakhiri daripada menjalani hanya dengan kesakitan. sayangnya, aku wanita yang susah memberi kalau kepercayaan sudah disia-siakan. sayangnya, aku lebih mendengarkan kata hatiku untuk meninggalkan, daripada kata-kata tanpa usahamu agar aku tetap tinggal. sayangnya, aku adalah aku, aku bukan aku yang...