Langsung ke konten utama

Can We Still Do This ?

"Do you still love me ?"
yaa, love never die. sekali datang ia akan tetap menempati posisinya sampai kapanpun. yang mati.. dariku adalah tujuan.
tujuan dari cinta itu yang bisa gagal. cinta tidak pernah gagal juga tidak pernah pergi.

"I want you to proof it to me tonight. buktikan kalau cinta kita masih ada, buktikan kalau kamu masih milikku. kamu bilang pernikahanmu hanya sandiwara. kamu bilang hubungan kita takkan berubah, dengan kata lain kita masih punya harapan, masih punya masa depan untuk bersama."

tangannya meraih pinggulku, merapat ke tubuhku. bergesekan dengan dadanya yang bidang membuatku merasa nyaman. didekatkan wajahnya keleher, nafasnya benar-benar terasa menyentuh kulit leher dan wajahku. semakin lama semakin mendekat. bibirnya mulai menjajah bibirku, seolah dia ingin membuktikan kalau dia masih milikku dan karenanya dia berhak melakukan apa saja yang dia mau. 

.. membiarkannya. walau hatiku berontak. berontak karena tak merasakan apa-apa. tak ada kenikmatan, pun tak ada rasa sakit. mati rasa itu lebih menyedihkan dan sengsara dari pada rasa sakit. 

"Can we still do this after you merry hi..?" 
"It's okay. It's done. It's over."

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kabar-Kabar Lagi Nanti !

Apa kabar berkali-kali kau bilang "goblok" separuh bagianku ini ? Tapi aku ganti baru sekali saja, kau bilang sakitnya setengah mati ! 🤣 Lalu pernah tidak kau tanyakan bagaimana kabar ku begini ? Biar tidak hanya melalu kamu yang tidak boleh tersakiti. Oke, aku nanti kabar-kabar berikutnya.. Pokoknya kamu harus bahagia ! Kamu harus menang seenaknya. Ya !

Penuh Sesak.

Hatiku penuh sekali hari ini ! Penuh sesak. Lelah. Teramat. Sepertinya memang sudah banyak sekali yang dipendam hatiku ini. Selalu saja dibiarkan. Menumpuk kemudian. Aku takut tiba-tiba saja hati itu meledak. Meledak karena penuh sesak.

Aku Menyayangkan, Sayangnya...

sayangnya, aku bukan tipikal wanita yang berjuang lebih keras dari umumnya hanya untuk laki-laki sepertimu. sayangnya, aku lebih memilih tidak lagi peduli daripada harus memaafkanmu berulang untuk kesalahan yang selalu sama.  sayangnya, aku lebih membutuhkan laki-laki yang penuh pengertian lebih ketimbang laki-laki yang penuh tuntutan. sayangnya, aku lebih menghargai laki-laki yang mau diajak susah ketimbang laki-laki yang maunya enak saja. sayangnya, aku bukan wanita yang membiarkan laki-lakiku mengencani wanita lain. sayangnya, aku wanita yang tidak bisa tinggal diam ketika aku dikecewakan, bahkan aku bisa membalasnya jauh lebih menyakitkan. sayangnya, aku wanita yang lebih memilih untuk mengakhiri daripada menjalani hanya dengan kesakitan. sayangnya, aku wanita yang susah memberi kalau kepercayaan sudah disia-siakan. sayangnya, aku lebih mendengarkan kata hatiku untuk meninggalkan, daripada kata-kata tanpa usahamu agar aku tetap tinggal. sayangnya, aku adalah aku, aku bukan aku yang...