Langsung ke konten utama

Misa Setahun Lalu

... kadang aku terpaksa berdiri saja selama bermenit-menit di tengah-tengah gereja tanpa tahu harus berbuat apa, menungguinya. aku hampir selalu senang di gereja.

hari itu, pastor digerejanya memimpin misa jam sepuluh pagi. hampir semua dari keluarganya berdiri dalam barisan komuni. (meskipun hubungan kami tidak disetujui). menurut mama, begitu juga aku memanggilnya, tidak ada yang bisa menandingi indahnya menjadikan tubuh kristus bagian dari kita sendiri. aku menghormati.

setelah misa selesai, aku menunggu di pintu utama. sedang dia dan keluarganya berbincang terlebih dahulu dengan beberap para jemaat yang juga berhamburan keluar.

...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kabar-Kabar Lagi Nanti !

Apa kabar berkali-kali kau bilang "goblok" separuh bagianku ini ? Tapi aku ganti baru sekali saja, kau bilang sakitnya setengah mati ! 🤣 Lalu pernah tidak kau tanyakan bagaimana kabar ku begini ? Biar tidak hanya melalu kamu yang tidak boleh tersakiti. Oke, aku nanti kabar-kabar berikutnya.. Pokoknya kamu harus bahagia ! Kamu harus menang seenaknya. Ya !

Penuh Sesak.

Hatiku penuh sekali hari ini ! Penuh sesak. Lelah. Teramat. Sepertinya memang sudah banyak sekali yang dipendam hatiku ini. Selalu saja dibiarkan. Menumpuk kemudian. Aku takut tiba-tiba saja hati itu meledak. Meledak karena penuh sesak.

Garis-Garis Milik Sang Busur

Garis-garis yang terbuat begitu persis semua lekukannya. Tepat ! Itu memang garis-garis milik sang busur. Tapi entah kenapa garisku di dalam sini semakin membujur kaku. Padahal tak biasanya garisku begitu.  Apa aku menyesal mengikuti garis yang se-demikian ? Tidak juga. Emm.. atau bisa saja. Semua tergantung harus memilih garis milik siapa. Jangan... jangan siapa, tapi mari kita buat semua tergantung harus memilih garis yang bagaimana saja.