Langsung ke konten utama

Koci-Koci Sepoci Roti

Tiba-tiba aku jatuh cinta dengan... orang yang nampak mencintai pasangannya. rasanya sakit... tersiksa. kebahagiaan yang menyiksa karena aku harus menahan diriku dan menyimpan rahasia sekuat hati. 

Pertemuan itu, dia tidak sendiri... nampak seseorang dengan badan tirus tegap yang selalu berdiri tidak jauh darinya, tampan. 

Menjadi rutinitas komunitas kami, setiap seminggu sekali selalu diadakan hunting foto diluar studio. bisa dibilang aku seorang fotografer, ah tapi tidak... aku lebih memprioritaskan ilmu hukum ku dari pada seni fotografi yang hanya sekedar teman pengisi waktu luangku.

Dari beberapa model cantik yang ada, aku tertuju hanya pada satu tubuh mungil sederhana, kulit tubuhnya berwarna cokelat manis, dia tidak lebih tinggi dari aku, rambutnya hitam panjang bergelombang, matanya bulat hitam melekat, nampak begitu indah segala yang ada pada tubuh Reva. kecantikannya sederhana. yang sangat aku sayangkan, selalu nampak bodyguard yang berdiri tidak jauh darinya. 

30 menit pemotretan berlangsung. aku melihat Reva duduk sendiri dibangku dekat penjual minuman dingin. aku membuka mata lebar mencari keberadaan si bodyguard, nampaknya sudah lenyap. lalu segera aku mencuri kesempatan menghampiri Reva. rasanya... langkahku kaku, tak bisa bernafas teratur, jantung berdetak lebih keras dari biasanya. ada apa ini, entahlah ? aku sama sekali belum menyapanya, berjabat tangan dengannya, tau namanya saja dari teman-teman komunitasku yang lain. 

Deg...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kabar-Kabar Lagi Nanti !

Apa kabar berkali-kali kau bilang "goblok" separuh bagianku ini ? Tapi aku ganti baru sekali saja, kau bilang sakitnya setengah mati ! 🤣 Lalu pernah tidak kau tanyakan bagaimana kabar ku begini ? Biar tidak hanya melalu kamu yang tidak boleh tersakiti. Oke, aku nanti kabar-kabar berikutnya.. Pokoknya kamu harus bahagia ! Kamu harus menang seenaknya. Ya !

Penuh Sesak.

Hatiku penuh sekali hari ini ! Penuh sesak. Lelah. Teramat. Sepertinya memang sudah banyak sekali yang dipendam hatiku ini. Selalu saja dibiarkan. Menumpuk kemudian. Aku takut tiba-tiba saja hati itu meledak. Meledak karena penuh sesak.

Aku Menyayangkan, Sayangnya...

sayangnya, aku bukan tipikal wanita yang berjuang lebih keras dari umumnya hanya untuk laki-laki sepertimu. sayangnya, aku lebih memilih tidak lagi peduli daripada harus memaafkanmu berulang untuk kesalahan yang selalu sama.  sayangnya, aku lebih membutuhkan laki-laki yang penuh pengertian lebih ketimbang laki-laki yang penuh tuntutan. sayangnya, aku lebih menghargai laki-laki yang mau diajak susah ketimbang laki-laki yang maunya enak saja. sayangnya, aku bukan wanita yang membiarkan laki-lakiku mengencani wanita lain. sayangnya, aku wanita yang tidak bisa tinggal diam ketika aku dikecewakan, bahkan aku bisa membalasnya jauh lebih menyakitkan. sayangnya, aku wanita yang lebih memilih untuk mengakhiri daripada menjalani hanya dengan kesakitan. sayangnya, aku wanita yang susah memberi kalau kepercayaan sudah disia-siakan. sayangnya, aku lebih mendengarkan kata hatiku untuk meninggalkan, daripada kata-kata tanpa usahamu agar aku tetap tinggal. sayangnya, aku adalah aku, aku bukan aku yang...