Langsung ke konten utama

Pergilah, Agar Hatimu Paham !

percakapan kita, segala kenangan kita selama ini... kita tidak punya apa-apa, kita tidak berbagi apa-apa. hal yang biasa bagi perasaan, untuk melemahkan bukan ?

apa memang benar ada kenyataan dimana kamu tidak mengerti dan kamu tidak bisa dimengerti ? apa ketulusan itu harus menjadi bahan pertimbangan dan aku pertimbangkan dengan matang ? dari posisiku dulu , atau dari aku berada diposisimu ?

tidak cocok itu kan relatif. hati manusia selalu berubah, itulah keunikan kita sebagai manusia. tidak ada yang abadi, panas lalu dingin, marah lalu senang, cinta... lalu benci.  

pada akhirnya, inilah air mata. aku akan menangis jika perasaanku kuat. pergilah... agar hatimu paham ! 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kabar-Kabar Lagi Nanti !

Apa kabar berkali-kali kau bilang "goblok" separuh bagianku ini ? Tapi aku ganti baru sekali saja, kau bilang sakitnya setengah mati ! 🤣 Lalu pernah tidak kau tanyakan bagaimana kabar ku begini ? Biar tidak hanya melalu kamu yang tidak boleh tersakiti. Oke, aku nanti kabar-kabar berikutnya.. Pokoknya kamu harus bahagia ! Kamu harus menang seenaknya. Ya !

Penuh Sesak.

Hatiku penuh sekali hari ini ! Penuh sesak. Lelah. Teramat. Sepertinya memang sudah banyak sekali yang dipendam hatiku ini. Selalu saja dibiarkan. Menumpuk kemudian. Aku takut tiba-tiba saja hati itu meledak. Meledak karena penuh sesak.

Garis-Garis Milik Sang Busur

Garis-garis yang terbuat begitu persis semua lekukannya. Tepat ! Itu memang garis-garis milik sang busur. Tapi entah kenapa garisku di dalam sini semakin membujur kaku. Padahal tak biasanya garisku begitu.  Apa aku menyesal mengikuti garis yang se-demikian ? Tidak juga. Emm.. atau bisa saja. Semua tergantung harus memilih garis milik siapa. Jangan... jangan siapa, tapi mari kita buat semua tergantung harus memilih garis yang bagaimana saja.