Langsung ke konten utama

Forgiven VS Forgotten

Memaafkan bukan hal yang mudah, apalagi melupakan kesalahan dan peristiwa yang menyakitkan. alih-alih terpuruk dalam perasaan 'bersalah', berdamai dengan kenyataan dan memaafkan adalah salah satu cara untuk mendapatkan kebahagian-ketenangan hati.

Memaafkan adalah melepaskan/menghilangkan keinginan untuk membalas dendam atau melakukan hal sama kepada orang lain yang melukai hati atau melakukan kejahatan terhadap kita. 

Kita bisa memilih apakah dengan memaafkan dia masih mau berhubungan baik dengan orang tersebut, atau... tidak ! sangatlah manusiawi menolak untuk berhubungan baik lagi, karena kepercayaan kita telah dirusak. 

Memaafkan juga bukan berarti memciarkan. maksudnya, kita hanya tidak akan melakukan pembalasan namun tidak setuju dengan kejahatan itu sehingga kita tidak akan membiarkan hal serupa terulang kembali. 

Memaafkan dan melupakan seolah berjalan bersamaan. sebenarnya bila melupakan kesalahan yang dilakukan kepada kita justru akan membuat kita menyangkal telah tersakiti, yang akan membuat kita sulit memaafkan. artikan memaafkan menerima kenyataan bahwa kita telah disakiti dan tidak akan melakukan pembalasan. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kabar-Kabar Lagi Nanti !

Apa kabar berkali-kali kau bilang "goblok" separuh bagianku ini ? Tapi aku ganti baru sekali saja, kau bilang sakitnya setengah mati ! 🤣 Lalu pernah tidak kau tanyakan bagaimana kabar ku begini ? Biar tidak hanya melalu kamu yang tidak boleh tersakiti. Oke, aku nanti kabar-kabar berikutnya.. Pokoknya kamu harus bahagia ! Kamu harus menang seenaknya. Ya !

Penuh Sesak.

Hatiku penuh sekali hari ini ! Penuh sesak. Lelah. Teramat. Sepertinya memang sudah banyak sekali yang dipendam hatiku ini. Selalu saja dibiarkan. Menumpuk kemudian. Aku takut tiba-tiba saja hati itu meledak. Meledak karena penuh sesak.

Menjadi Lumpuh...

Dulu tegap berdiri, apa-apa bisa sendiri ! Sekarang.. bahkan hanya untuk berdiri tanpa bergerak saja dia tak mampu lagi. Sungguh aku mengasihaninya... Kakinya patah sebab dia menginjak pijakan yang salah ! Pijakan yang lama-lama membuat kakinya alih-alih semakin kokoh sempurna malah menjadi sama sekali tidak berguna. Sungguh lagi-lagi aku jadi mengasihaninya... Kau jangan sekali-sekali ingin menjadi seperti dia jika kelak kau tidak ingin kehilangan kekuatan kakimu dan menjadi lumpuh juga !