Langsung ke konten utama

When Bad Gone Good...

Ada kalanya kebiasaan buruk juga bisa memiliki efek positif.

"Nanti Dulu Ah !" | dorongan untuk menunda-nunda pekerjaan menunjukkan otak anda kelelahan, tertekan dan butuh waktu slow down. segera manjakan diri dan mainlah keluar. mungkin bisa membuat anda kembali fokus pada pekerjaan.

"Bilang Tidak !" | selalu bilang iya pada siapapun, termasuk pada bos, rekan atau clien akan menyulitkan diri sendiri. belajar menolak secara halus untuk hal-hal yang nantinya akan memberatkan anda, justru dapat memberikan konstribusi untuk kesuksesan anda. 

"mengabaikan Kelemahan !" | punya niat untuk memperbaiki kelemahan itu bagus, tapi bila anda selalu berfokus pada kelemahan, anda akan kehabisan waktu untuk memanfaatkan kekuatan anda. jika memang kelemahan itu tidak terlalu mengganggu, ya abaikan saja. 

"Pulang Cepat !" | tidak selalu mereka yang datang pagi dan pulang terakhir yang mendapatkan kesempatan karir lebih baik. mereka yang bisa pulang cepat, malah lebih dihargai, karena berarti kerja anda efektif. anda bisa memanfaatkan waktu pulang kantor untuk melakukan hobi atau menghabiskan waktu bersama rekan dan keluarga. ini adalah cara untuk mengisi ulang baterai & kembali ke kantor dalam kondisi segar.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kabar-Kabar Lagi Nanti !

Apa kabar berkali-kali kau bilang "goblok" separuh bagianku ini ? Tapi aku ganti baru sekali saja, kau bilang sakitnya setengah mati ! 🤣 Lalu pernah tidak kau tanyakan bagaimana kabar ku begini ? Biar tidak hanya melalu kamu yang tidak boleh tersakiti. Oke, aku nanti kabar-kabar berikutnya.. Pokoknya kamu harus bahagia ! Kamu harus menang seenaknya. Ya !

Penuh Sesak.

Hatiku penuh sekali hari ini ! Penuh sesak. Lelah. Teramat. Sepertinya memang sudah banyak sekali yang dipendam hatiku ini. Selalu saja dibiarkan. Menumpuk kemudian. Aku takut tiba-tiba saja hati itu meledak. Meledak karena penuh sesak.

Aku Menyayangkan, Sayangnya...

sayangnya, aku bukan tipikal wanita yang berjuang lebih keras dari umumnya hanya untuk laki-laki sepertimu. sayangnya, aku lebih memilih tidak lagi peduli daripada harus memaafkanmu berulang untuk kesalahan yang selalu sama.  sayangnya, aku lebih membutuhkan laki-laki yang penuh pengertian lebih ketimbang laki-laki yang penuh tuntutan. sayangnya, aku lebih menghargai laki-laki yang mau diajak susah ketimbang laki-laki yang maunya enak saja. sayangnya, aku bukan wanita yang membiarkan laki-lakiku mengencani wanita lain. sayangnya, aku wanita yang tidak bisa tinggal diam ketika aku dikecewakan, bahkan aku bisa membalasnya jauh lebih menyakitkan. sayangnya, aku wanita yang lebih memilih untuk mengakhiri daripada menjalani hanya dengan kesakitan. sayangnya, aku wanita yang susah memberi kalau kepercayaan sudah disia-siakan. sayangnya, aku lebih mendengarkan kata hatiku untuk meninggalkan, daripada kata-kata tanpa usahamu agar aku tetap tinggal. sayangnya, aku adalah aku, aku bukan aku yang...