Langsung ke konten utama

Aku Pastikan, Aku ( Juga ) Akan Pergi

akhirnya, aku kembali letih. dengan segala hembus nafasku yang malas, rasanya percuma jika aku terus saja berusaha mengingat.

tenaga tidak lagi berkeringat... tidak lagi menggebu seperti dulu mempertahankanmu.

aku pastikan aku juga akan pergi. aku pastikan...
pertama menyeret, berat pasti.
kedua aku berusaha bercermin menatap diri sendiri - apa yang sudah ku lakukan - apa yang ku tinggalkan.
lalu.. ketiga, aku kembali meyakinkan diri bahwa aku tidak akan pernah kembali.

meski tersiksa bahwa ini begitu nyata, indahnya ini takkan lagi ku sentuh.
hanya menatap dari jauh - menyembuhkan berbagai siksa dan luka.

hanya sebuah mimpi... 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kabar-Kabar Lagi Nanti !

Apa kabar berkali-kali kau bilang "goblok" separuh bagianku ini ? Tapi aku ganti baru sekali saja, kau bilang sakitnya setengah mati ! 🤣 Lalu pernah tidak kau tanyakan bagaimana kabar ku begini ? Biar tidak hanya melalu kamu yang tidak boleh tersakiti. Oke, aku nanti kabar-kabar berikutnya.. Pokoknya kamu harus bahagia ! Kamu harus menang seenaknya. Ya !

Penuh Sesak.

Hatiku penuh sekali hari ini ! Penuh sesak. Lelah. Teramat. Sepertinya memang sudah banyak sekali yang dipendam hatiku ini. Selalu saja dibiarkan. Menumpuk kemudian. Aku takut tiba-tiba saja hati itu meledak. Meledak karena penuh sesak.

Garis-Garis Milik Sang Busur

Garis-garis yang terbuat begitu persis semua lekukannya. Tepat ! Itu memang garis-garis milik sang busur. Tapi entah kenapa garisku di dalam sini semakin membujur kaku. Padahal tak biasanya garisku begitu.  Apa aku menyesal mengikuti garis yang se-demikian ? Tidak juga. Emm.. atau bisa saja. Semua tergantung harus memilih garis milik siapa. Jangan... jangan siapa, tapi mari kita buat semua tergantung harus memilih garis yang bagaimana saja.