Langsung ke konten utama

Kau Yang Ku Anggap Kekasih

Hai yang kuanggap sebagai kekasih
Bisakah kita berjumpa dengan nyata ?
Aku ingin..

Mari saling memandang
Merasakan nafasmu
Apakah sama dengan nafasku yg lebih sering terhenti
Bukankah akan indah jika kau kan mengabulkan ?

Aku melati untukmu
Tapi akan mawar padamu
Tak bisa sepenuhnya engkau paham
Yang aku tulis adalah yang aku rasa
Yang kau rasa mungkin berbeda
Meskipun sejatinya rasa itu sama

Wahai yang kuanggap sebagai kekasih
Ini bukan permohonan
Ini hanya beberapa kata yang kususun dengan hati-hati
Ini bukan puisi
Ini hanya tulisan tanpa beban yg akan membebani jika tak kubagi

 

Leonard FA

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kabar-Kabar Lagi Nanti !

Apa kabar berkali-kali kau bilang "goblok" separuh bagianku ini ? Tapi aku ganti baru sekali saja, kau bilang sakitnya setengah mati ! 🤣 Lalu pernah tidak kau tanyakan bagaimana kabar ku begini ? Biar tidak hanya melalu kamu yang tidak boleh tersakiti. Oke, aku nanti kabar-kabar berikutnya.. Pokoknya kamu harus bahagia ! Kamu harus menang seenaknya. Ya !

Penuh Sesak.

Hatiku penuh sekali hari ini ! Penuh sesak. Lelah. Teramat. Sepertinya memang sudah banyak sekali yang dipendam hatiku ini. Selalu saja dibiarkan. Menumpuk kemudian. Aku takut tiba-tiba saja hati itu meledak. Meledak karena penuh sesak.

Garis-Garis Milik Sang Busur

Garis-garis yang terbuat begitu persis semua lekukannya. Tepat ! Itu memang garis-garis milik sang busur. Tapi entah kenapa garisku di dalam sini semakin membujur kaku. Padahal tak biasanya garisku begitu.  Apa aku menyesal mengikuti garis yang se-demikian ? Tidak juga. Emm.. atau bisa saja. Semua tergantung harus memilih garis milik siapa. Jangan... jangan siapa, tapi mari kita buat semua tergantung harus memilih garis yang bagaimana saja.