Langsung ke konten utama

Rindu Tak Kembalikanmu...

saat perasaanku sudah mulai rapi dan ikhlas menerima, mengapa bayangmu menyelinap begitu saja didepan mata. sengaja membuat kerinduan menahun yang menyiksa ini kembali menerpaku ? sengaja membuat aku tidak bisa melarikan diri dari sisa ? yaa aku tahu, ini sesuatu yang mustahil. menangisi masa lalu yang sudah mulai kaku, beku, mengering. yaa aku tahu, tidak seharusnya rindu membebaniku sedangkan waktu saja tidak mampu mengembalikanmu. 

tapi aku cukup untuk memuat diriku sendiri tahu, menahun berlalu... kau tetap dihatiku... jauh di dasar jiwaku, rindu...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kabar-Kabar Lagi Nanti !

Apa kabar berkali-kali kau bilang "goblok" separuh bagianku ini ? Tapi aku ganti baru sekali saja, kau bilang sakitnya setengah mati ! 🤣 Lalu pernah tidak kau tanyakan bagaimana kabar ku begini ? Biar tidak hanya melalu kamu yang tidak boleh tersakiti. Oke, aku nanti kabar-kabar berikutnya.. Pokoknya kamu harus bahagia ! Kamu harus menang seenaknya. Ya !

Penuh Sesak.

Hatiku penuh sekali hari ini ! Penuh sesak. Lelah. Teramat. Sepertinya memang sudah banyak sekali yang dipendam hatiku ini. Selalu saja dibiarkan. Menumpuk kemudian. Aku takut tiba-tiba saja hati itu meledak. Meledak karena penuh sesak.

Garis-Garis Milik Sang Busur

Garis-garis yang terbuat begitu persis semua lekukannya. Tepat ! Itu memang garis-garis milik sang busur. Tapi entah kenapa garisku di dalam sini semakin membujur kaku. Padahal tak biasanya garisku begitu.  Apa aku menyesal mengikuti garis yang se-demikian ? Tidak juga. Emm.. atau bisa saja. Semua tergantung harus memilih garis milik siapa. Jangan... jangan siapa, tapi mari kita buat semua tergantung harus memilih garis yang bagaimana saja.