Langsung ke konten utama

Imaji yang Ku Rangkai Sendiri Bersamamu, An.

sejujurnya aku tak pernah sebahagia ini memandangi seseorang, tak pernah sebetah ini. aku selalu ingin berteriak (senang melihatmu) tapi kau ada didepanku, aku ingin bilang (aku suka) tapi aku malu. 

aku belum mengenalmu persis. ya, belum mengenalmu. tapi sesuatu apa yang mempertemukan kita hingga kira saling berpandangan ? aku berterimakasih teramat atasnya yang memunculkan perasaan dahsyat, entah harus ku namai apa. perasaan dahsyat itu mulai menabrak-nabrak dihati dan pikiranku setiap hari setelahnya. 

segala yang ada pada dirimu, mengalir berhasil menikam hatiku, membuatnya jatuh padamu saat itu juga - tanpa jeda.

kapan matahari membiarkan kita bersapa dan berbagi cerita dibawah sinarnya ? matahari tak pernah mengabulkannnya hingga sekarang. 

ini... disini aku merancang ruang khusus dalam hati untuk pertemuan-pertemuan kecil bersamamu dalam imaji yang ku rangkai sendiri. 

ah, aku gila kau yang membuatnya ! aku mulai berbicara sendiri seperti berbicara denganmu sebenarnya tidak.
ah, andai bisa ku akali waktu ! setiap hari aku ingin melihatmu. 
An. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kabar-Kabar Lagi Nanti !

Apa kabar berkali-kali kau bilang "goblok" separuh bagianku ini ? Tapi aku ganti baru sekali saja, kau bilang sakitnya setengah mati ! 🤣 Lalu pernah tidak kau tanyakan bagaimana kabar ku begini ? Biar tidak hanya melalu kamu yang tidak boleh tersakiti. Oke, aku nanti kabar-kabar berikutnya.. Pokoknya kamu harus bahagia ! Kamu harus menang seenaknya. Ya !

Penuh Sesak.

Hatiku penuh sekali hari ini ! Penuh sesak. Lelah. Teramat. Sepertinya memang sudah banyak sekali yang dipendam hatiku ini. Selalu saja dibiarkan. Menumpuk kemudian. Aku takut tiba-tiba saja hati itu meledak. Meledak karena penuh sesak.

Aku Menyayangkan, Sayangnya...

sayangnya, aku bukan tipikal wanita yang berjuang lebih keras dari umumnya hanya untuk laki-laki sepertimu. sayangnya, aku lebih memilih tidak lagi peduli daripada harus memaafkanmu berulang untuk kesalahan yang selalu sama.  sayangnya, aku lebih membutuhkan laki-laki yang penuh pengertian lebih ketimbang laki-laki yang penuh tuntutan. sayangnya, aku lebih menghargai laki-laki yang mau diajak susah ketimbang laki-laki yang maunya enak saja. sayangnya, aku bukan wanita yang membiarkan laki-lakiku mengencani wanita lain. sayangnya, aku wanita yang tidak bisa tinggal diam ketika aku dikecewakan, bahkan aku bisa membalasnya jauh lebih menyakitkan. sayangnya, aku wanita yang lebih memilih untuk mengakhiri daripada menjalani hanya dengan kesakitan. sayangnya, aku wanita yang susah memberi kalau kepercayaan sudah disia-siakan. sayangnya, aku lebih mendengarkan kata hatiku untuk meninggalkan, daripada kata-kata tanpa usahamu agar aku tetap tinggal. sayangnya, aku adalah aku, aku bukan aku yang...