Langsung ke konten utama

Selamat Ulang Tahun, Ayah.

Ayah, cinta pertamaku juga surgaku selain Ibu.
selamat ulang tahun untukmu. semoga Tuhan selalu melindungi dan menjagamu. semoga kau selalu sehat dan bahagia, diberi umur panjang juga rejeki yang halal.

teruslah menjadi cinta pertamaku, Ayah. teruslah membagi cerita dan menjadi penasihat untukku. teruslah menjadi alasan untuk pencapaian tertinggiku.

Ayah, jangan menunda lagi membawa laptopku ke tukang service. kau selalu begitu, merasa dapat memperbaiki sendiri segalanya.
Ayah, jangan lagi berlagak acuh tidak perhatikanku ketika sakitku datang lagi dan lagi. aku tahu kau tidak tidur semalaman menjagaku.
Ayah, jangan kau membuat racikan bumbu lebih enak dari Ibu. kasihan Ibu masakannya dirumah terlampau sering tak berhasil kulahapkan dalam mulutku.
Ayah, kau tidak menyesal kan sampai sekarang aku belum bisa menyamai hasil gambaranmu ? aku tidak begitu cinta dunia menggambar, tapi ku usahakan bisa membuatmu bangga.
Ayah, jangan marah dan sedih kalau aku pergi bermain bersama teman-temanku. aku bisa jaga diri. percayalah.
….

selamat ulang tahun, ayah. I love you.
aku bangga, mempunyai nama dari namamu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kabar-Kabar Lagi Nanti !

Apa kabar berkali-kali kau bilang "goblok" separuh bagianku ini ? Tapi aku ganti baru sekali saja, kau bilang sakitnya setengah mati ! 🤣 Lalu pernah tidak kau tanyakan bagaimana kabar ku begini ? Biar tidak hanya melalu kamu yang tidak boleh tersakiti. Oke, aku nanti kabar-kabar berikutnya.. Pokoknya kamu harus bahagia ! Kamu harus menang seenaknya. Ya !

Penuh Sesak.

Hatiku penuh sekali hari ini ! Penuh sesak. Lelah. Teramat. Sepertinya memang sudah banyak sekali yang dipendam hatiku ini. Selalu saja dibiarkan. Menumpuk kemudian. Aku takut tiba-tiba saja hati itu meledak. Meledak karena penuh sesak.

Menjadi Lumpuh...

Dulu tegap berdiri, apa-apa bisa sendiri ! Sekarang.. bahkan hanya untuk berdiri tanpa bergerak saja dia tak mampu lagi. Sungguh aku mengasihaninya... Kakinya patah sebab dia menginjak pijakan yang salah ! Pijakan yang lama-lama membuat kakinya alih-alih semakin kokoh sempurna malah menjadi sama sekali tidak berguna. Sungguh lagi-lagi aku jadi mengasihaninya... Kau jangan sekali-sekali ingin menjadi seperti dia jika kelak kau tidak ingin kehilangan kekuatan kakimu dan menjadi lumpuh juga !