Langsung ke konten utama

Mengirisku Tega

nikmat memang, mengikuti pemikiran yang tak tentu arahnya dan tak benar-benar tahu apa yang diinginkan apalagi untuk sebuah jawaban.
yaa, yang ku maksud adalah nikmat sakitnya. 

...
ku baringkan tubuhku dalam lantai tak beralas diruang tengah, melepas lelah dan berusaha menahan kantuk. sesekali ku lirik jam dipergelangan tanganku, sore juga tak terlalu sore tapi semakin gusar aku dibuatnya. berusaha aku melupakan pesan-pesan yang sampai pada ponselku siang tadi. aku menangis dibuatnya. lebih dan semakin lebih rasa kecewa yang ku nikmati sore ini. tapi apa yang membuat otakku, pikiranku, segala yang ada padaku tetap mengindahkanmu ? kebodohan apa yang ku derita. 

apa lagi yang ku cari ? selamanya juga tak akan pernah mendapati kita disini lagi. 

aku hanya ingin berlari ! dari semua mimpi kita yang tak akan terwujud, tapi kau selalu mengikuti hingga membuatku memaksakan diri untuk berhenti. 

jangan pernah tanya kenapa ini ku lakukan ! kau-lah penyebabnya. 

Tuhan, aku kecewa atas takdir yang kau berikan kepada mereka. aku kecewa ! ini membuatku seperti merasa kehilangan dia selamanya. hatiku seperti kau iris tega, perih, tanpa pernah bisa sembuh lagi. untuk menentang takdirmu bagaimana caranya ? apa dosaku setiap hari akan kau tambah jika aku selalu mendoakan hal-hal buruk terjadi dalam hubungan mereka ?

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kabar-Kabar Lagi Nanti !

Apa kabar berkali-kali kau bilang "goblok" separuh bagianku ini ? Tapi aku ganti baru sekali saja, kau bilang sakitnya setengah mati ! 🤣 Lalu pernah tidak kau tanyakan bagaimana kabar ku begini ? Biar tidak hanya melalu kamu yang tidak boleh tersakiti. Oke, aku nanti kabar-kabar berikutnya.. Pokoknya kamu harus bahagia ! Kamu harus menang seenaknya. Ya !

Penuh Sesak.

Hatiku penuh sekali hari ini ! Penuh sesak. Lelah. Teramat. Sepertinya memang sudah banyak sekali yang dipendam hatiku ini. Selalu saja dibiarkan. Menumpuk kemudian. Aku takut tiba-tiba saja hati itu meledak. Meledak karena penuh sesak.

Aku Menyayangkan, Sayangnya...

sayangnya, aku bukan tipikal wanita yang berjuang lebih keras dari umumnya hanya untuk laki-laki sepertimu. sayangnya, aku lebih memilih tidak lagi peduli daripada harus memaafkanmu berulang untuk kesalahan yang selalu sama.  sayangnya, aku lebih membutuhkan laki-laki yang penuh pengertian lebih ketimbang laki-laki yang penuh tuntutan. sayangnya, aku lebih menghargai laki-laki yang mau diajak susah ketimbang laki-laki yang maunya enak saja. sayangnya, aku bukan wanita yang membiarkan laki-lakiku mengencani wanita lain. sayangnya, aku wanita yang tidak bisa tinggal diam ketika aku dikecewakan, bahkan aku bisa membalasnya jauh lebih menyakitkan. sayangnya, aku wanita yang lebih memilih untuk mengakhiri daripada menjalani hanya dengan kesakitan. sayangnya, aku wanita yang susah memberi kalau kepercayaan sudah disia-siakan. sayangnya, aku lebih mendengarkan kata hatiku untuk meninggalkan, daripada kata-kata tanpa usahamu agar aku tetap tinggal. sayangnya, aku adalah aku, aku bukan aku yang...