Langsung ke konten utama

Kemana Aku Harus Mengikutimu, Khayalan ?

kemarilah, mari kita bersantai menikmati malam, karena hujan telah berakhir. pergilah bersamaku hingga pagi, dan kita akan menemukan matahari. mendekatlah padaku, jangan biarkan dingin memisahkan tubuh kita.

tanganku. genggamlah dalam tangan kokohmu.
tubuhku. peluklah dalam lengan kuatmu.
bibirku. ciumlah dalam ciuman yang tenang, panjang, dan terdalam darimu.

apakah ini pikiran-pikiran yang tak terkondisi ? merenungi apa yang tak begitu ku pahami ? menerka-nerka apa yang tak pernah ku lihat ? mengharapkan kau yang belum ku kenal – belum ke ketahui siapa namamu ?

ah, aku hanya sedang bermimpi dalam kegelapan malam, bermain dengan perasaan yang selalu diabaikan olehmu, juga tak pernah dimengerti oleh hatimu.

kemana aku harus mengikutimu ?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kabar-Kabar Lagi Nanti !

Apa kabar berkali-kali kau bilang "goblok" separuh bagianku ini ? Tapi aku ganti baru sekali saja, kau bilang sakitnya setengah mati ! 🤣 Lalu pernah tidak kau tanyakan bagaimana kabar ku begini ? Biar tidak hanya melalu kamu yang tidak boleh tersakiti. Oke, aku nanti kabar-kabar berikutnya.. Pokoknya kamu harus bahagia ! Kamu harus menang seenaknya. Ya !

Penuh Sesak.

Hatiku penuh sekali hari ini ! Penuh sesak. Lelah. Teramat. Sepertinya memang sudah banyak sekali yang dipendam hatiku ini. Selalu saja dibiarkan. Menumpuk kemudian. Aku takut tiba-tiba saja hati itu meledak. Meledak karena penuh sesak.

Aku Menyayangkan, Sayangnya...

sayangnya, aku bukan tipikal wanita yang berjuang lebih keras dari umumnya hanya untuk laki-laki sepertimu. sayangnya, aku lebih memilih tidak lagi peduli daripada harus memaafkanmu berulang untuk kesalahan yang selalu sama.  sayangnya, aku lebih membutuhkan laki-laki yang penuh pengertian lebih ketimbang laki-laki yang penuh tuntutan. sayangnya, aku lebih menghargai laki-laki yang mau diajak susah ketimbang laki-laki yang maunya enak saja. sayangnya, aku bukan wanita yang membiarkan laki-lakiku mengencani wanita lain. sayangnya, aku wanita yang tidak bisa tinggal diam ketika aku dikecewakan, bahkan aku bisa membalasnya jauh lebih menyakitkan. sayangnya, aku wanita yang lebih memilih untuk mengakhiri daripada menjalani hanya dengan kesakitan. sayangnya, aku wanita yang susah memberi kalau kepercayaan sudah disia-siakan. sayangnya, aku lebih mendengarkan kata hatiku untuk meninggalkan, daripada kata-kata tanpa usahamu agar aku tetap tinggal. sayangnya, aku adalah aku, aku bukan aku yang...