Langsung ke konten utama

Coba Tebak !!!

"jadi, akan sampai kapan lagi terasa hambar seperti yang kau bilang ?"
aku sudah berusaha mengunakan kata-kata, kalimat yang tidak kaku, agar kita bisa kembali akrab seperti dulu. 
"tapi mungkin yang kau rasakan masih saja hambar."
iya, bisa ku lihat dari rengekanmu yang belum kembali seperti sebelum kau bilang aku berubah. 

tidak, bukan seperti itu. jangan berpikir aku menyalahkan diriku sendiri atau menyalahkan dirimu. bukan... bukan. aku hanya sedang berpuisi, setidaknya biar kau tau dengan cara ini seseorang bisa melukiskan keabstrakan pikirannya.

"ku ulangi sekali lagi, hatiku masih tetap sama, entah sebelum atau sesudah kau bilang aku berubah. hatiku.. masih melindungi isinya dengan sangat hati-hati."
jangan diam.
"coba kau tebak apa isinya ?"
NAMAMU, Mas.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kabar-Kabar Lagi Nanti !

Apa kabar berkali-kali kau bilang "goblok" separuh bagianku ini ? Tapi aku ganti baru sekali saja, kau bilang sakitnya setengah mati ! 🤣 Lalu pernah tidak kau tanyakan bagaimana kabar ku begini ? Biar tidak hanya melalu kamu yang tidak boleh tersakiti. Oke, aku nanti kabar-kabar berikutnya.. Pokoknya kamu harus bahagia ! Kamu harus menang seenaknya. Ya !

Penuh Sesak.

Hatiku penuh sekali hari ini ! Penuh sesak. Lelah. Teramat. Sepertinya memang sudah banyak sekali yang dipendam hatiku ini. Selalu saja dibiarkan. Menumpuk kemudian. Aku takut tiba-tiba saja hati itu meledak. Meledak karena penuh sesak.

Garis-Garis Milik Sang Busur

Garis-garis yang terbuat begitu persis semua lekukannya. Tepat ! Itu memang garis-garis milik sang busur. Tapi entah kenapa garisku di dalam sini semakin membujur kaku. Padahal tak biasanya garisku begitu.  Apa aku menyesal mengikuti garis yang se-demikian ? Tidak juga. Emm.. atau bisa saja. Semua tergantung harus memilih garis milik siapa. Jangan... jangan siapa, tapi mari kita buat semua tergantung harus memilih garis yang bagaimana saja.