Langsung ke konten utama

Menunggu Pedangku sebagai Kado yang Menusukmu Terlebih Dahulu ?

katamu, aku seperti berubah atau tidak ada aku sama sekali yang kamu tahu ? aku lalu seperti menghilang dari dialog semalaman.

aku bukan tak suka, tapi perihal kamu yang begini selalu menarik urat tertawaku tiba-tiba.

kamu tidak jahat, tapi pelan-pelan memaksaku menelan banyak pil dopping agar aku tetap tegak ditebas pikiran demi pikiran tentang keadaan kamu yang begini – jadi tempatku berkontra.

aku tetap dipaksa berpikir untuk peduli, yang jelas bisikan koloni-koloni itu muncul dari hati. Sebuah kepedulian yang ku harap tidak berakhir menjadi sebuah pedang sebagai kado yang menusukmu sewaktu-waktu - ketika bisikan koloni-koloni dari hati itu mulai tak muncul lagi ditelingaku.

jadi, ada yang ingin ku tanyakan “masih mau mendatang dan seterusnya seperti ini, kamu ? atau harus menunggu pedangku sebagai kado yang menusukmu terlebih dahulu ?”



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kabar-Kabar Lagi Nanti !

Apa kabar berkali-kali kau bilang "goblok" separuh bagianku ini ? Tapi aku ganti baru sekali saja, kau bilang sakitnya setengah mati ! 🤣 Lalu pernah tidak kau tanyakan bagaimana kabar ku begini ? Biar tidak hanya melalu kamu yang tidak boleh tersakiti. Oke, aku nanti kabar-kabar berikutnya.. Pokoknya kamu harus bahagia ! Kamu harus menang seenaknya. Ya !

Penuh Sesak.

Hatiku penuh sekali hari ini ! Penuh sesak. Lelah. Teramat. Sepertinya memang sudah banyak sekali yang dipendam hatiku ini. Selalu saja dibiarkan. Menumpuk kemudian. Aku takut tiba-tiba saja hati itu meledak. Meledak karena penuh sesak.

Menjadi Lumpuh...

Dulu tegap berdiri, apa-apa bisa sendiri ! Sekarang.. bahkan hanya untuk berdiri tanpa bergerak saja dia tak mampu lagi. Sungguh aku mengasihaninya... Kakinya patah sebab dia menginjak pijakan yang salah ! Pijakan yang lama-lama membuat kakinya alih-alih semakin kokoh sempurna malah menjadi sama sekali tidak berguna. Sungguh lagi-lagi aku jadi mengasihaninya... Kau jangan sekali-sekali ingin menjadi seperti dia jika kelak kau tidak ingin kehilangan kekuatan kakimu dan menjadi lumpuh juga !