Langsung ke konten utama

Rasa Lezat Yang Melebihi Alam Semesta

dia melongokkan kepalanya dari jendela mobil, sesekali memainkan tangan kirinya keluar. bermain dengan langit yang sedang berantakan - hujan turun deras. kalian tau, perempuan ini selalu histeris, euforia, ribut sendiri dengan hal-hal yang aku tak mengerti. itulah... aku sangat menyukainya. aku sangat menikmati dimana dia sedang ribut sendiri dengan apa yang ada dikepalanya, dunia yang tak bisa kupahami. 

"aku tak pernah mengerti, kenapa orang-orang ini selalu melarangku menikmati hujan - telanjang. begitu juga kau !!!"
"kau bisa sakit."
"hmm, jawaban klasik. persentase hujan bisa membuat badanku sakit itu sangat sedikit, tidak sebanding dengan kenikmatan yang kurasakan setelah menyetubuhinya. rasa lezat yang melebihi alam semesta."




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kabar-Kabar Lagi Nanti !

Apa kabar berkali-kali kau bilang "goblok" separuh bagianku ini ? Tapi aku ganti baru sekali saja, kau bilang sakitnya setengah mati ! 🤣 Lalu pernah tidak kau tanyakan bagaimana kabar ku begini ? Biar tidak hanya melalu kamu yang tidak boleh tersakiti. Oke, aku nanti kabar-kabar berikutnya.. Pokoknya kamu harus bahagia ! Kamu harus menang seenaknya. Ya !

Penuh Sesak.

Hatiku penuh sekali hari ini ! Penuh sesak. Lelah. Teramat. Sepertinya memang sudah banyak sekali yang dipendam hatiku ini. Selalu saja dibiarkan. Menumpuk kemudian. Aku takut tiba-tiba saja hati itu meledak. Meledak karena penuh sesak.

Aku Menyayangkan, Sayangnya...

sayangnya, aku bukan tipikal wanita yang berjuang lebih keras dari umumnya hanya untuk laki-laki sepertimu. sayangnya, aku lebih memilih tidak lagi peduli daripada harus memaafkanmu berulang untuk kesalahan yang selalu sama.  sayangnya, aku lebih membutuhkan laki-laki yang penuh pengertian lebih ketimbang laki-laki yang penuh tuntutan. sayangnya, aku lebih menghargai laki-laki yang mau diajak susah ketimbang laki-laki yang maunya enak saja. sayangnya, aku bukan wanita yang membiarkan laki-lakiku mengencani wanita lain. sayangnya, aku wanita yang tidak bisa tinggal diam ketika aku dikecewakan, bahkan aku bisa membalasnya jauh lebih menyakitkan. sayangnya, aku wanita yang lebih memilih untuk mengakhiri daripada menjalani hanya dengan kesakitan. sayangnya, aku wanita yang susah memberi kalau kepercayaan sudah disia-siakan. sayangnya, aku lebih mendengarkan kata hatiku untuk meninggalkan, daripada kata-kata tanpa usahamu agar aku tetap tinggal. sayangnya, aku adalah aku, aku bukan aku yang...