Langsung ke konten utama

The Magic of Red Lipstick


jadi ceritanya, malam kencan kapan lalu aku iseng-iseng pakai lipstik merah.
"dik, kamu kok beda hari ini ? apa yaa yang beda." semacam tiba-tiba aku sedang diinterogasi seorang detektif.
"oh, kamu pakai lipstik merah hari ini. yayaya" 

malam kencan berikutnya...
"dik, kamu kok beda lagi hari ini ? apa lagi yaa ?". "oh, kamu enggak pakai ipstik merah hari ini yaaa ?"

... and such is the magic of red lipstick. one swipe... and he'll feel that it changes my face dramatically. 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kabar-Kabar Lagi Nanti !

Apa kabar berkali-kali kau bilang "goblok" separuh bagianku ini ? Tapi aku ganti baru sekali saja, kau bilang sakitnya setengah mati ! 🤣 Lalu pernah tidak kau tanyakan bagaimana kabar ku begini ? Biar tidak hanya melalu kamu yang tidak boleh tersakiti. Oke, aku nanti kabar-kabar berikutnya.. Pokoknya kamu harus bahagia ! Kamu harus menang seenaknya. Ya !

Penuh Sesak.

Hatiku penuh sekali hari ini ! Penuh sesak. Lelah. Teramat. Sepertinya memang sudah banyak sekali yang dipendam hatiku ini. Selalu saja dibiarkan. Menumpuk kemudian. Aku takut tiba-tiba saja hati itu meledak. Meledak karena penuh sesak.

Garis-Garis Milik Sang Busur

Garis-garis yang terbuat begitu persis semua lekukannya. Tepat ! Itu memang garis-garis milik sang busur. Tapi entah kenapa garisku di dalam sini semakin membujur kaku. Padahal tak biasanya garisku begitu.  Apa aku menyesal mengikuti garis yang se-demikian ? Tidak juga. Emm.. atau bisa saja. Semua tergantung harus memilih garis milik siapa. Jangan... jangan siapa, tapi mari kita buat semua tergantung harus memilih garis yang bagaimana saja.