Langsung ke konten utama

Habis Daya

"aku tak masalah pada jarum jam yang terus bergerak maju. yang aku permasalahkan adalah mana semangatmu untuk terus maju memperjuangkanku ?"

tak masalah pada jarum jam yang terus bergerak maju ? yakin yang kau permasalahkan adalah mana semangatku untuk terus maju memperjuangkanmu ? aku ingin memberi sedikit sanggahan, kau bisa dengar dan pertimbangkan ? tolong, ingatlah juga akan detik jam dinding yang gagu karena habis daya.

aku telah 'menghabiskan' semuanya agar sampai disini, dan begini saja yang kau tunjukkan padaku ? lalu bagaimana lagi aku harus memperjuangkanmu, bagaimana dangan dayaku ? kau bilang kau tau. hahaha kau tak tau apa-apa. apa bahkan kau memikirkanku ? emm, apa hanya aku sendiri yang gila ?

kapan kau menyadari betapa tidak adilnya ini semua untukku ? sehingga cuma aku yang tersiksa.

bagian dari dirimu yang merasa paling pantas atas semua ini, oh, you're too late. to care.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kabar-Kabar Lagi Nanti !

Apa kabar berkali-kali kau bilang "goblok" separuh bagianku ini ? Tapi aku ganti baru sekali saja, kau bilang sakitnya setengah mati ! 🤣 Lalu pernah tidak kau tanyakan bagaimana kabar ku begini ? Biar tidak hanya melalu kamu yang tidak boleh tersakiti. Oke, aku nanti kabar-kabar berikutnya.. Pokoknya kamu harus bahagia ! Kamu harus menang seenaknya. Ya !

Penuh Sesak.

Hatiku penuh sekali hari ini ! Penuh sesak. Lelah. Teramat. Sepertinya memang sudah banyak sekali yang dipendam hatiku ini. Selalu saja dibiarkan. Menumpuk kemudian. Aku takut tiba-tiba saja hati itu meledak. Meledak karena penuh sesak.

Aku Menyayangkan, Sayangnya...

sayangnya, aku bukan tipikal wanita yang berjuang lebih keras dari umumnya hanya untuk laki-laki sepertimu. sayangnya, aku lebih memilih tidak lagi peduli daripada harus memaafkanmu berulang untuk kesalahan yang selalu sama.  sayangnya, aku lebih membutuhkan laki-laki yang penuh pengertian lebih ketimbang laki-laki yang penuh tuntutan. sayangnya, aku lebih menghargai laki-laki yang mau diajak susah ketimbang laki-laki yang maunya enak saja. sayangnya, aku bukan wanita yang membiarkan laki-lakiku mengencani wanita lain. sayangnya, aku wanita yang tidak bisa tinggal diam ketika aku dikecewakan, bahkan aku bisa membalasnya jauh lebih menyakitkan. sayangnya, aku wanita yang lebih memilih untuk mengakhiri daripada menjalani hanya dengan kesakitan. sayangnya, aku wanita yang susah memberi kalau kepercayaan sudah disia-siakan. sayangnya, aku lebih mendengarkan kata hatiku untuk meninggalkan, daripada kata-kata tanpa usahamu agar aku tetap tinggal. sayangnya, aku adalah aku, aku bukan aku yang...