Langsung ke konten utama

Tahu Diri (Hai, Selamat Bertemu Lagi)



hai, selamat bertemu lagi. aku sudah lama menghindarimu. sialku-lah kau ada disini. 
sungguh tak mudah bagiku. rasanya tak ingin bernafas lagi.. tegak berdiri didepanmu kini, sakitnya menusuki jantung ini, melawan cinta yang ada dihati.

dan upayaku tahu diri, tak selamanya berhasil apabila kau muncul terus begini, tanpa pernah kita bisa bersama. pergilah... menghilang sajalah lagi.

bye, selamat berpisah lagi. meski masih ingin memandangimu. lebih baik kau tiada disini. 
sungguh tak mudah bagiku, menghentikan segala khayalan gila, jika kau ada dan ku cuma bisa meradang menjadi yang disisimu. membenci nasibku yang tak berubah. 

berkali-kali kau berkata, kau cinta tapi tak bisa. 
berkali-kali ku telah berjanji, menyerah.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kabar-Kabar Lagi Nanti !

Apa kabar berkali-kali kau bilang "goblok" separuh bagianku ini ? Tapi aku ganti baru sekali saja, kau bilang sakitnya setengah mati ! 🤣 Lalu pernah tidak kau tanyakan bagaimana kabar ku begini ? Biar tidak hanya melalu kamu yang tidak boleh tersakiti. Oke, aku nanti kabar-kabar berikutnya.. Pokoknya kamu harus bahagia ! Kamu harus menang seenaknya. Ya !

Penuh Sesak.

Hatiku penuh sekali hari ini ! Penuh sesak. Lelah. Teramat. Sepertinya memang sudah banyak sekali yang dipendam hatiku ini. Selalu saja dibiarkan. Menumpuk kemudian. Aku takut tiba-tiba saja hati itu meledak. Meledak karena penuh sesak.

Garis-Garis Milik Sang Busur

Garis-garis yang terbuat begitu persis semua lekukannya. Tepat ! Itu memang garis-garis milik sang busur. Tapi entah kenapa garisku di dalam sini semakin membujur kaku. Padahal tak biasanya garisku begitu.  Apa aku menyesal mengikuti garis yang se-demikian ? Tidak juga. Emm.. atau bisa saja. Semua tergantung harus memilih garis milik siapa. Jangan... jangan siapa, tapi mari kita buat semua tergantung harus memilih garis yang bagaimana saja.