Langsung ke konten utama

Pura-Pura Ikhlas

....
mataku menatap jauh ke depan, bibirku tersungging senyuman hanya sebagai penanda bahwa tak ada sedikitpun rasa dendam. nafas yang kian memburu, pikiran yang melayang terus kebelakang. terbayang wajahmu.
hati kecilku seperti berkata bahwa nanti kau pasti akan hidup bersamaku. pastinya kau tahu apa yang sekarang bisa membuatku bahagia. tidak... bukan... aku tidak setega itu menghentikan pernikahanmu dengannya. yakin bilamana kau bersedia untuk hidup bersamanya, aku ingin kau bahagia.
pantang bagiku, untuk melanggar janji dan mengkhianati cinta. sekarang tertawalah dunia... aku tidak bisa menjalankan lagi semuanya.
aku akan berusaha mengerti keadaan dimana aku harus terpisah denganmu...
ku pejamkan mata, mengambil tenang. nafas semakin terasa berat, memang. lagi.. terbayang wajahmu yang selalu ku kasihi. jika Tuhan menginginkan ini, akan ku berikan. tetapi ketahuilah, aku tidak mempunyai kekuatan untuk melepaskannya. jangan terharu dengan aku yang pura-pura ikhlas.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kabar-Kabar Lagi Nanti !

Apa kabar berkali-kali kau bilang "goblok" separuh bagianku ini ? Tapi aku ganti baru sekali saja, kau bilang sakitnya setengah mati ! 🤣 Lalu pernah tidak kau tanyakan bagaimana kabar ku begini ? Biar tidak hanya melalu kamu yang tidak boleh tersakiti. Oke, aku nanti kabar-kabar berikutnya.. Pokoknya kamu harus bahagia ! Kamu harus menang seenaknya. Ya !

Penuh Sesak.

Hatiku penuh sekali hari ini ! Penuh sesak. Lelah. Teramat. Sepertinya memang sudah banyak sekali yang dipendam hatiku ini. Selalu saja dibiarkan. Menumpuk kemudian. Aku takut tiba-tiba saja hati itu meledak. Meledak karena penuh sesak.

Aku Menyayangkan, Sayangnya...

sayangnya, aku bukan tipikal wanita yang berjuang lebih keras dari umumnya hanya untuk laki-laki sepertimu. sayangnya, aku lebih memilih tidak lagi peduli daripada harus memaafkanmu berulang untuk kesalahan yang selalu sama.  sayangnya, aku lebih membutuhkan laki-laki yang penuh pengertian lebih ketimbang laki-laki yang penuh tuntutan. sayangnya, aku lebih menghargai laki-laki yang mau diajak susah ketimbang laki-laki yang maunya enak saja. sayangnya, aku bukan wanita yang membiarkan laki-lakiku mengencani wanita lain. sayangnya, aku wanita yang tidak bisa tinggal diam ketika aku dikecewakan, bahkan aku bisa membalasnya jauh lebih menyakitkan. sayangnya, aku wanita yang lebih memilih untuk mengakhiri daripada menjalani hanya dengan kesakitan. sayangnya, aku wanita yang susah memberi kalau kepercayaan sudah disia-siakan. sayangnya, aku lebih mendengarkan kata hatiku untuk meninggalkan, daripada kata-kata tanpa usahamu agar aku tetap tinggal. sayangnya, aku adalah aku, aku bukan aku yang...