Langsung ke konten utama

Yang Tak Akan Kau Bawa Kemana-mana

aku rebahkan badanku. menahan buliran-buliran yang siap meluncur dari pelupuk mataku. "sudahlah, aku akan melangkah, meski sendirian, sayang. aku tak bisa dengan hubungan yang hanya diam begini saja. " haha, buliran apa ini. aku ingin menertawakan diriku sendiri yang sudah berpuluh kali mengatakan demikian, tapi selalu gagal. yaa, kau selalu membuatnya gagal, sayang. 

entah apa yang membuatku selalu bertahan. apa kau memang sosok yang patut ku pertahankan ? dari sisi mana, bisa kau coba tunjukkan padaku, sayang ?

jika saja logikaku lebih bisa berjalan dengan semestinya, tapi kenyataannya logikaku selalu terkalahkan rasa yang terus menggelayut. seolah begitu berarti, batin yang berjanji untuk selalu menanti... hubungan yang hanya diam begini saja. hubungan yang tak akan kau bawa kemana-mana. jalan saja ditempat. 

apa aku tak ingin bergerak - melangkah lebih jauh, sayang ? 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kabar-Kabar Lagi Nanti !

Apa kabar berkali-kali kau bilang "goblok" separuh bagianku ini ? Tapi aku ganti baru sekali saja, kau bilang sakitnya setengah mati ! 🤣 Lalu pernah tidak kau tanyakan bagaimana kabar ku begini ? Biar tidak hanya melalu kamu yang tidak boleh tersakiti. Oke, aku nanti kabar-kabar berikutnya.. Pokoknya kamu harus bahagia ! Kamu harus menang seenaknya. Ya !

Penuh Sesak.

Hatiku penuh sekali hari ini ! Penuh sesak. Lelah. Teramat. Sepertinya memang sudah banyak sekali yang dipendam hatiku ini. Selalu saja dibiarkan. Menumpuk kemudian. Aku takut tiba-tiba saja hati itu meledak. Meledak karena penuh sesak.

Aku Menyayangkan, Sayangnya...

sayangnya, aku bukan tipikal wanita yang berjuang lebih keras dari umumnya hanya untuk laki-laki sepertimu. sayangnya, aku lebih memilih tidak lagi peduli daripada harus memaafkanmu berulang untuk kesalahan yang selalu sama.  sayangnya, aku lebih membutuhkan laki-laki yang penuh pengertian lebih ketimbang laki-laki yang penuh tuntutan. sayangnya, aku lebih menghargai laki-laki yang mau diajak susah ketimbang laki-laki yang maunya enak saja. sayangnya, aku bukan wanita yang membiarkan laki-lakiku mengencani wanita lain. sayangnya, aku wanita yang tidak bisa tinggal diam ketika aku dikecewakan, bahkan aku bisa membalasnya jauh lebih menyakitkan. sayangnya, aku wanita yang lebih memilih untuk mengakhiri daripada menjalani hanya dengan kesakitan. sayangnya, aku wanita yang susah memberi kalau kepercayaan sudah disia-siakan. sayangnya, aku lebih mendengarkan kata hatiku untuk meninggalkan, daripada kata-kata tanpa usahamu agar aku tetap tinggal. sayangnya, aku adalah aku, aku bukan aku yang...